Cerita Gus Dur tentang Sosok Kiai di Pelosok Rembang
Salah satu cerita yang didulangnya dari pertemuan dengan seorang kiai, dituliskannya dalam salah satu majalah kenamaan. Nama tokoh yang unik dan nyentrik Itu adalah Kiai Wahab Sulang dari Rembang.
Kumpulan artikel kategori Humor
Salah satu cerita yang didulangnya dari pertemuan dengan seorang kiai, dituliskannya dalam salah satu majalah kenamaan. Nama tokoh yang unik dan nyentrik Itu adalah Kiai Wahab Sulang dari Rembang.
Di era kepemimpinan Soeharto, beberapa kalangan mengkhawatirkan keselamatan Gus Dur, terutama sahabat-sahabatnya di Forum Demokrasi (Fordem). Mereka salut dengan keberanian Gus Dur melawan diskriminasi Orde Baru.
Alkisah, setelah mendapat tugas cukup memusingkan dari Baginda Raja, Abu Nawas yang sedang berada di istana menyampaikan keluhan.
Tentu saja Abu Nawas bingung bukan kepalang mendapat tugas menangkap dan memenjarakan angin. Ia pun tidak yakin bahwa yang ditangkapnya itu angin karena tidak kelihatan. Tapi bukan Abu Nawas jika tidak mempunyai banyak akal. Setelah diberi waktu tiga hari, Abu Nawas kembali menuju istana.
Fahmi lalu menemui Gus Mus. Dia mengatakan Gus Mus bahwa jika Gus Dur menjadi anggota MPR, dia akan bisa mempengaruhi pemikiran orang-orang di sana (MPR) sekaligus bisa berdiskusi dengan Soeharto.
Seorang wartawan pun mencoba nyleneh bertanya kepada Gus Dur tentang isu hantu tersebut. Padahal, wartawan lain sudah siap dengan pertanyaan seputar isu sosial, politik, dan keagamaan.
Selir-selir yang lain juga merasa terganggu di saat di sedang ngoceh apalagi kalau lagi ngomel. Seisi kerajaan bisa dibuat mabuk dengan kecerewetan selir senior ini.
Lain dengan India yang dijajah Inggris, atau Filipina yang dijajah Amerika. Negara-negara penjajah yang itu punya sesuatu yang diberikan kepada negara-negara yang dijajah, misalnya saja tentang sistem hukum yang lebih teratur, dan lain-lain.
Kebijakan tersebut menetapkan tidak ada penggusuran posisi. Perkara ada dobel posisi, itu bisa diatur pembagian tugasnya. Masalah pembengkakan anggaran, semua ditanggung oleh negara.
Masyarakat di sebuah desa mendapat bantuan beberapa set komputer yang cukup canggih. Pemerintah Desa menempatkan komputer-komputer tersebut di gedung serba guna.
Ketika konferensi pers itu usai, dan Gus Dur dipapah memasuki mobil, beberapa wartawan mulai tidak mengerubutinya lagi.
Dalam humor tersebut, Suharto dan Lee Kuan Yew mempunyai hobi yang sama: mancing. Keduanya kerap mengadakan mancing bersama dari kapal.