Sudah Jadi Jodoh
Suatu hari Siti dan Ahmad, pasangan santri yang baru menikah satu bulan, duduk di depan rumah yang mereka kontrak selama satu tahun ke depan.
Kumpulan artikel kategori Humor
Suatu hari Siti dan Ahmad, pasangan santri yang baru menikah satu bulan, duduk di depan rumah yang mereka kontrak selama satu tahun ke depan.
Dalam pengajian kitab akhlak, Pak Kiai sedang mengingatkan agar santri-santri tidak terpesona dengan tampilan luar atau kedudukan orang.
Kiai Wahab melihat sidang pleno kurang semarak karena muktamirin terlihat loyo, padahal saat itu masih pagi. Maklum, semalaman mereka membahas persoalan-persoalan cukup berat yang harus direspon NU pasca Dekrit Presiden 1959.
Keluarga termasuk istrinya sudah memperkirakan bahwa dia meninggal dalam waktu dekat. Harapannya terkabul, si kakek yang sedang sekarat itu mencium aroma lezat kue klepon.
Meski tinggal di desa, Khozin dan Zulfi kerap membaca informasi terkini yang sedang hangat di mancanegara.
Di tengah keprihatinan tersebut, ada satu suami dari anggota Dharma Wanita itu yang bahkan menangis hingga lebih dari satu minggu.
Hamid dan Ahmad baru keluar masjid usai Jumatan di masjid desa dekat pesantrennya. Sambil menunggu waktu ngaji siang, Hamid bertanya kepada Ahmad.
Setelah memaparkan beberapa materi, Idrus menyampaikan pesan pungkasan dalam penjelasannya: “Dalam hidup, kalian jangan terlalu yakin tentang apa pun juga,” ucap Idrus.
Kondisi ini tentu menyedihkan bagi para fans di seluruh tanah air. Bahkan, tiga orang fans berat timnas asal Cilacap menyalahkan sejumlah pihak.
Dalam pemaparannya terkait prinsip-prinsip menulis, Tarmono menjelaskan bahwa untuk menghasilkan tulisan yang bagus, maka seseorang harus terus menulis.
Suatu saat setelah dirinya tidak menjabat sebagai Presiden RI, Gus Dur berkesempatan silaturrahim ke Madura. Ia langsung dikerubuti wartawan yang ingin menanyakan perbedaan karakter presiden-presiden Indonesia.
Gus Dur menelpon Rizal Ramli yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bulog. “Rizal, coba kamu benahi Bulog karena bleeding terus,” kata Gus Dur tegas.