Riwayat Pesawat ‘Tetuko’ IPTN
Apalagi dana IPTN tidak hanya diambil dari APBN, tetapi juga mengambil dana reboisasi, dana haji, dan dana sosial lainnya. Sementara Gus Dur melihat pertanggungjawabannya tidak jelas.
Kumpulan artikel kategori Humor
Apalagi dana IPTN tidak hanya diambil dari APBN, tetapi juga mengambil dana reboisasi, dana haji, dan dana sosial lainnya. Sementara Gus Dur melihat pertanggungjawabannya tidak jelas.
Suatu hari Ahmad mengisi kegiatan khitobah (latihan ceramah) yang rutin dilaksanakan setiap malam selasa di aula pesantren asuhan Mbah Sayid. Ahmad mengangkat tema tentang Kepribadian Santri dan Tantangan Zaman.
"Tidak bisa dong. Ulama itu sosok yang ilmunya terwujud dalam perilakunya. Selalu membimbing umat dan patut dijadikan suri tauladan. Jika melihatnya hati sejuk. Jika mendengar fatwanya hati tenang. Kalau tidak seperti itu, tidak bisa disebut Ulama, dong," jelas Hamdan membuat Ahmad sedikit kaget karena tidak biasanya Hamdan bisa memberi jawaban dengan baik.
Hal ini terlihat ketika sejumlah orang berkumpul di sebuah tempat tapi mereka sibuk dengan gadget masing-masing, tak interaksi nyata, mereka sibuk berselancar di dunia maya.
Suatu hari ada seorang pemerhati benda-benda purbakala datang ke museum tersebut. Dia tertarik dengan fosil tersebut dan bertanya kepada seorang penjaga museum.
Kreativitas Slamet pun muncul. Ia memanggil lima santri untuk berkumpul di dekat sumur samping bak air tadi.
Masjid di sebuah kota hendak melakukan perayaan maulid dengan membaca kitab barzanji. Salah satu panitia bernama Taslim memberitahukan undangan maulid melalui grup WA warga dan jamaah masjid.
Beberapa minggu kemudian Rohim bertemu lagi dengan Badrun, "Apakah kamu sudah menemukan gadis itu? Apa ibumu menyukainya?"
Kala itu di sebuah sekolah sedang ada kegaduhan yang menyebabkan terganggungnya aktivitas belajar siswa.
Saat Supardi masak, petugas keamanan Arafah memergokinya dan berkata kepadanya. "Mamnu', mamnu', hadza mamnu'," kata petugas sambil menunjuk-nunjuk kompornya.
Tiga tahun berselang, Joko yang kini menapak pendidikan di bangku Madrasah Tsanawiyah ditanya oleh guru wali kelasnya, Bu Titin.
Biasanya setelah minum obat, tiga hari sudah reda. Sehingga ia meminta ditemani cucunya untuk berobat ke klinik.