Humor Madura: Lomba Lari
“Kenapa kamu masih di situ?” tanya si panitia. “Tadi kan bapak ngitungnya sampai 3, saya nomor 4,” ujar Tori.
Kumpulan artikel kategori Humor
“Kenapa kamu masih di situ?” tanya si panitia. “Tadi kan bapak ngitungnya sampai 3, saya nomor 4,” ujar Tori.
Coba kalau bendera kita kayak Amerika, "Kepada bendera garis-garis putih dan merah, pojok kiri atasnya bintang-bintang putih banyak sekali di dalam kotak berwarna biru, hormaaat graakk!" beber Karno.
Singkat cerita, ibu wali kelas Ageng masuk kelas untuk mengetahui para siswa yang bakal diasuhnya setahun ke depan.
Vera dan Suci pun berjalan beriringan dari halaman masjid, tempat kendaraan diparkirkan. Namun, saat kaki suci hendak menapak di tangga masjid, Vera mencegahnya.
Cerita persis Aladdin tersebut juga dialami seorang pemuda desa bernama Anton. Ia menyukai dunia traveling dengan objek lokasi-lokasi kuno.
Baharuddin Aritonang dalam bukunya Orang Batak Naik Haji (2008) berkelakar bahwa Onta berasal dari Bahasa Batak.
“Iya, toga itu kan buat yang lulus sarjana. Menandakan bahwa puncak pendidikan adalah di perguruan tinggi. Jadi jangan main-main dengan toga,” cerocos Badri.
Suatu hari, Banu dan kawan-kawannya berniat bikin konten di sebuah pemakaman umum. Di tengah perjalanan sedang bikin konten, tetiba Banu punya ide ngerjain Polisi."Kita kerjain Polisi ya," kata Banu.
“Jika saya kentut, kira-kira akan lewat lubang yang mana?” tanya Nanang.
Tidak kehabisan akal, Abdul pun berkeliling pesantren sambil berkata: “Ayo beli pisang gorengnya. Beli hari ini, gratis Jumat depan”.
Setelah menyanyikan lagu yang bermuatan doa itu, para hadirin melanjutkan dengan lagu berikutnya, yaitu tiup lilin. Satu momen yang jadi rangkaian wajib dalam perayaan ulang tahun.
Suatu Ketika, dua pemuda ibu kota bernama Eko dan Endro lagi ngobrol soal nikah. “Kenapa loe nggak segera nikah?” tanya Eko kepada Endro.