Humor Gus Dur: Jadi Guru Bangsa Aja
Romo Magnis bertanya demikian, namun Gus Dur tidak mau berhenti dari hiruk-pikuk politik yang menurutnya tetap bisa menjadi saluran aspirasi kepentingan bangsa.
Kumpulan artikel kategori Humor
Romo Magnis bertanya demikian, namun Gus Dur tidak mau berhenti dari hiruk-pikuk politik yang menurutnya tetap bisa menjadi saluran aspirasi kepentingan bangsa.
Gus Dur menjadi “faktor politik”. Kala itu, unsur NU di PPP masih terus berkonsultasi, baik dengan Gus Dur sebagai Ketua Umum PBNU maupun dengan Rais ‘Aam PBNU KH Achmad Siddiq
Beberapa saat setelah antre, Badri mendapat giliran dipanggil dengan perasaan campur aduk karena harus menghadapi jarum suntik. Ia juga tidak menyangka bahwa lokasi vaksin yang dikunjunginya ada beberapa pejabat yang hadir.
Pemakaman dzuriyah Pondok Pesantren Tebuireng ditutup sejak masa pandemi Covid-19. Hal ini demi menjaga agar tidak ada penyebaran virus tersebut di lingkungan pesantren.
Suatu hari, harapan dia menyeruput kopi nikmat di sebuah kafe elit yang berdiri lawas cukup mengecewakan. Barno mendapati kopinya tidak enak. Rasanya tidak manis dan tidak pahit, tetapi asin.
Salah satu perhatian warga Madura ketika Gus Dur menunjuk juru bicara presiden. Salah seorang penjual sate dari Pamekasan bernama Asnawi mengungkapkan unek-uneknya.
Begitu sampai di toko, Gus Dur dengan seksama melihat-lihat buku di toko tersebut. Bila ada buku yang menurutnya menarik, Gus Dur langsung membukanya. Dia membaca lembar demi lembar dengan sangat cepat.
Jawaban Gus Dur membuat sang reporter terperanjat. Bukan karena jawabannya, tetapi tetapi bayang-bayang penguasa akan marah.
Cerita ini berawal dari usulan cuti. Gus Dur ditanya tentang persoalan cuti seorang Presiden RI. “Gus, menurut Anda, bagaimana tentang cuti ini?” tanya seorang wartawan kepadanya.
Habibie mengonfirmasi kepada Gus Dur soal banyolan yang dilakukan Gus Dur di hadapan Presiden Fidel Castro, saat Gus Dur berkunjung ke Kuba.
Kegemaran menyantap kuliner rakyat memang lekat dengan Gus Dur. Bahkan saat ia bepergian ke suatu tempat, ia paham tempat makan yang enak dan khas daerah tersebut.
Tidak biasanya, THR kali ini dalam bentuk uang. Biasanya Haji Halim, si juragan kelapa, memberikan THR ke masyarakat dalam bentuk sembako.