'Ngetes' Keteguhan Hati Seorang Pejabat
Rupanya kamu ini benar-benar tulus hati, menunjukkan bahwa kamu mempunyai semangat tinggi untuk mengabdi bangsa. Maka itu akan kupertimbangkan dengan baik-baik.
Kumpulan artikel kategori Humor
Rupanya kamu ini benar-benar tulus hati, menunjukkan bahwa kamu mempunyai semangat tinggi untuk mengabdi bangsa. Maka itu akan kupertimbangkan dengan baik-baik.
Para buruh tersebut melakukan demo besar-besaran di istana negara Zimbabwe. Demo makin lama semakin anarkis. Pembakaran ban dan sepeda motor oleh pendemo yang mulai panas tidak terelakan.
Kedatangan Presiden yang cukup tiba-tiba membuat seisi pasar riuh. Semua mendekat dan ingin bersalaman dengan Presiden. Termasuk pemilik pasar yang kebetulan teman satu SMA dengan Ibu Iriana.
Caleg berinisal F dari dapil salah satu daerah di Jawa Barat melompat-lompat kegirangan setelah mengetahui dukungan dari suara yang masuk untuk dirinya.
Di tengah warga ibu kota sedang merana karena banjir, para mantan gubernur DKI berdebat deras seperti aliran air yang sedang melanda Jakarta.
Tidak ada yang berani melaporkan kabar-kabar tidak menyenangkan untuknya meskipun kabar tersebut nyata. Khawatir kena semprot dan gebrakan meja.
Karena hari pencobolosan merupakan hari libur nasional, Waskito bersama keluarganya memutuskan jalan-jalan ke sebuah tempat. Waktu sudah mencapai siang hari. Mereka mampir di sebuah warung bernama “Ibu Gito”, warung khas yang menyediakan makanan laut, seafood.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj berkisah tentang malaikat munkar-nakir yang tidak pernah berkesempatan bertanya kepada Gus Dur di alam kubur.
Siang itu terasa terik bagi Abdul, bocah kelas lima sekolah dasar. Cuaca panas tersebut tepat di hari Jumat. Bapaknya Abdul bernama Rojak tak henti-hentinya mengingatkan Abdul untuk berangkat shalat Jumat.
Ini kisah di salah satu kabupaten di Kalimantan Barat, di sebuah acara PCNU yang dihadiri para pejabat daerah dan tamu lainnya.
Atas tuduhan tersebut, satu waktu ada seorang santri yang mengatakan kepada Gus Dur bahwa dirinya difitnah kafir.
Saat itu, Matori Abdul Jalil yang mendampingi Gus Dur merasa resah dan gelisah. Dia khawatir Gus Dur diserang habis-habisan oleh para pakar yang hadir dan tidak bisa menjawabnya.