Gus Dur Sengaja Tertipu
"Kok dikasih to, Gus?" Gus Mus menggugat setelah orang itu berlalu, "wong omongan dia jelas-jelas bohongnya gitu kok!
Kumpulan artikel kategori Humor
"Kok dikasih to, Gus?" Gus Mus menggugat setelah orang itu berlalu, "wong omongan dia jelas-jelas bohongnya gitu kok!
Kala itu, Gus Dur benar-benar menekankan pentingnya pemberantasan korupsi. Dalam momen tersebut, Maman Imanulhaq bertugas melantunkan doa.
Walhasil, jembatan di neraka selesai terlebih dulu, sedangkan yang di surga belum selesai. Jangankan jembatannya, rancangannya saja belum terpasang.
Pada siang yang cukup terik tapi angin berhembus sepoi-sepoi, Rohim beranjak dari sawahnya agar tidak ketinggalan jamaah sholat dzuhur di masjid dekat tempat tinggalnya.
Pada suatu ketika, beberapa anak presiden naik pada sebuah pesawat. Mereka duduk di dekat pilot. Entah bagaimana mulanya, anak-anak presiden itu kemudian berlomba untuk menyenangkan rakyat negara yang dipimpin ayahnya tersebut.
Namun, pembahasan tentang poligami tidak berkahir begitu saja di forum pengajian, tetapi mereka juga membahasnya setelah pengajian usai.
Suatu ketika, Gus Dur bercerita bahwa tamu yang datang kepadanya ada dari kalangan masyarakat kecil, menengah, dan atas. Ada juga dari kalangan politisi dan pejabat.
Dalam kisah itu, Greg menjelaskan, hal-hal yang begitu makhluk gaib, Gus dur selalu bilang, “Ya saya tidak tahu. Kalau ada hantu saya tidak tahu apakah ada. Tetapi, nyatanya...,” sambil tertawa. “Ada orang yang percaya pada hantu,” ungkap Gus Dur.
Namun lambat laun, dia merasakan kehidupan yang hambar, tidak ada sesuatu yang menantang yang membuat dirinya semakin dewasa dan berkembang.
Dalam sebuah obrolan santai, Gus Dur kala itu mengungkapkan kesadarannya ternyata di dunia ini ada tiga jenis setan. Sahabat-sahabat ngobrolnya penasaran menunggu penjelasan Gus Dur.
Setiap kali bersua dan berbincang-bincang dengan Gus Dur, seseorang selalu menantikan joke-joke segar selain ilmu dan pengetahuan dari Gus Dur.
Dalam pemaparannya terkait prinsip-prinsip menulis, si wartawan menegaskan bahwa untuk bisa meningkatkan keterampilan menulis dengan baik, maka seseorang harus terus menulis.