Nyolong Ikan Allah
Di dunia ini masih saja tumbuh orang-orang yang hanya berpikiran harfiah, melulu melihat teks, tanpa melihat konteksnya
Kumpulan artikel kategori Humor
Di dunia ini masih saja tumbuh orang-orang yang hanya berpikiran harfiah, melulu melihat teks, tanpa melihat konteksnya
Namun, dalam sesi tanya jawab, pesan tersebut disahut oleh narasumber di sampingnya, Abdul Wahab, yang masing-masing sama-sama alumni pesantren. Abdul Wahab yang akrab disapa Kang Abdu menimpali dengan khas jenakanya.
Ia pulang bersama teman santri sekampungnya bernama Muhtarom. Di sepanjang perjalanan mereka bercerita apa saja terkait pengalaman mereka, termasuk fenomena orang gila yang sering mereka jumpai di daerah sekitar pondok pesantren.
Tetapi kalau si kaya, mereka bersemangat. Tanah diinjak-injak hingga padat. Hal itu menjadi perhatian tersendiri Kiai Dayat yang setiap ada warga meninggal berperan membimbing doa hingga jenazah dimakamkan.
Alih-alih lari tunggang langgang, Muhidin justru mendekati Kiai Nuri dan berkata, “Bukankah kiai sendiri yang mengajarkan ayat, lillahi ma fis samawati wa ma fil ardh, semua ini milik Allah. Jadi bukan milik kiai,” seloroh Muhidin.
Sindiran termasyhur Gus Dur salah satunya ketika mengkritik perilaku para Anggota DPR yang seperti Anak Taman Kanak-kanak (TK). Namun, di balik sindirannya itu, ada yang masih mengganjal pada diri Gus Dur.
Selain itu, di Cirebon, Jawa Barat juga heboh karena ada simbol menyerupai ‘salib’ di beberapa sirip ikan hias. Ternyata sebelumnya, para kiai matur ke Gus Dur tentang fenomena itu.
Tak ada angin tak ada hujan. Tiba-tiba seorang dosen fisika nyeletuk, “Menurut saya Tuhan itu tidak ada.”Semua mahasiswa di kelas bengong. “Kok begitu, Pak?”
Di dampingi keluarga dan beberapa teman, Shodiq disambut dengan hangat oleh tuan rumah. Tak mau diperlakukan istimewa, Shodiq pun segera tanggap terhadap gerak-gerik kiainya dalam menyambut tamu. Tentu usai cium tangan, dia ikut bantu menyediakan jamuan untuk para tamunya.
Sebetulnya smartphone bisa diganti dengan buku catatan khusus, namun tidak dilakukan seorang kiai. Jadi, sudah menjadi kebiasaan para kiai pesantren tidak menuliskan agenda dalam buku khusus. Tetapi mereka hanya membuat lingkaran di kalender yang terpampang di ruang tamunya.
Pada kesempatan tersebut Gus Dur bercerita tentang hewan unta. Hewan yang banyak hidup di tanah Arab ini menurut Gus Dur termasuk hewan yang panjang ingatan tapi mempunyai sikap pendendam.
“Jenderal kok plonga-plongo (Jawa: ekspresi yang menunjukan tidak mengerti apa-apa),” ujar Enthus dibarengi tawa hadirin yang makin terpingkal-pingkal, tak terkecuali Habib Syech yang terlihat ikut ngakak.