Fi Buyutun
Perdebatan terjadi manakala Ahmad sampai pada lembar ketiga dan membaca frasa “fi buyutin” dengan bacaan dhummah (fi buyutun).
Kumpulan artikel kategori Humor
Perdebatan terjadi manakala Ahmad sampai pada lembar ketiga dan membaca frasa “fi buyutin” dengan bacaan dhummah (fi buyutun).
Kiai Mughopir yang memberikan tausiyah mengatakan, "Orang yang Islamnya di KTP saja, besok yang masuk surga hanya KTP-nya."
Pada sebuah kesempatan, Tamrin santri kepercayaan Kiai Taufik turut mendampingi saat Kiai Taufik mendapat undangan mengisi pengajian di sebuah desa terpencil di lereng Gunung Bromo.
“Saya punya teman akrab seperti yang lagi didiskusikan (teroris), tetapi entah kenapa saya tidak bisa membencinya, saya malah menyukainya,” ujar Yana dengan logat kental Sundanya.
Di tengah penelusuran sejumlah situs, santri bernama Kodir terhenyak dengan salah satu petilasan di area situs sejarah. Petilasan tersebut layaknya tempat duduk, diduga sebagai tempat bersemedi para leluhur.
“Ajengan, seandainya anakmud kuliah di kampus yang melarang bercadar, bagaimana sikapmu?” “Saya akan melarang anak saya bercadar. Bahkan kerudung pun pasti saya larang!".
Tidak hanya manusia, ada beberapa riwayat yang menceritakan bahwa Allah pun tertawa. Namun, yang pasti tertawanya Allah tidak sama dengan tertawanya makhluknya. Salah satu cerita tentang Allah tertawa adalah dikisahkan oleh sahabat Anas bin Malik.
Malam itu, Musholla Nurul Huda di Kampung Kecik ramai dipenuhi jamaah yang sedang mengikuti pengajian Kiai Muslih. Pada malan itu, Kiai Muslih mengangkat tema jundullah (pasukan Allah) dan jihad fi sabilillah dalam kehidupan sehari-hari. Jamaah yang terdiri dari campuran anak muda dan orang-orang tua itu terlihat khusyu menyimak penjelasan Kiai Muslih selama satu jam.
Setelah berkeliling ke beberapa lokasi wisata pantai, Idin kebelet pipis dan langsung menuju toilet pria yang cukup rapi berbentuk urinoir tapi tanpa sekat. Sampai di toilet, Idin agak bingung melihat tempat kencingnya karena di pesantren terbiasa langsung masuk ke kamar mandi dan kencing.
Perempuan yang kedua, juga terjadi kegagalan karena hal sepele dan langka. Ternyata janur kuning sebagai simbol adanya pernikahan tak bisa melengkung. Menurut keyakinan mereka, ini pertanda tidak baik.
Perdebatan sengit terkait dengan revisi Undang-undang MD3 di DPR RI membuat Jamil sangat terkejut. Pasalnya, Ahmad Mudrik yang berprofesi seorang guru madrasah terlihat begitu antusias memperhatikan dinamika perdebatan UU MD3.
“Saya bukan melarang, tapi kamu tidak bisa menempatkannya. Saat ini bukan saatnya bersiwak. Kenapa kamu tidak melakukan sebelumnya? Sunah Nabi itu banyak. Mencukur ketiak juga sunah. Termasuk mencukur jem*** juga sunah. Kenapa kamu tidak sekalian saja melakukannya di kelas ini sekarang. Itu kan sunah Nabi juga."