Khotbah Nikah yang Berbelok
Abul Aswad Ad-Duali–peletak dasar ilmu nahwu (gramatika Arab)–suatu hari berkata kepada anaknya, “Nak, saudara sepupumu ingin menikah. Ia menginginkanmu baca khotbah nikah. Untuk mesti Kauhapal itu khotbah nikah."
Kumpulan artikel kategori Humor
Abul Aswad Ad-Duali–peletak dasar ilmu nahwu (gramatika Arab)–suatu hari berkata kepada anaknya, “Nak, saudara sepupumu ingin menikah. Ia menginginkanmu baca khotbah nikah. Untuk mesti Kauhapal itu khotbah nikah."
Sebuah riwayat dari Abu Ishaq mengatakan, “Kalau sebuah kabar mewartakan, ada seorang konglomerat jatuh bangkrut, maka percayalah.”
Seorang pengemis suatu hari berdiri di muka pintu rumah orang yang terkenal kikir.“Ada perlu apa?” tanya si kikir.“Tolong, barangkali ada roti atau nasi,” jawab pengemis.
“Ketiga wanita itu yang satu hamil, yang nomor dua menyusui, dan yang nomor tiga masih perawan,” kata Ilyas kepada temannya.“Apa benar begitu?” tanya temannya itu.
Di sela-sela pemaparannya, Prio berbagi humor tentang angkatan laut yang tidak bisa berenang. Angkatan laut yang dipanggil dengan pak Rum itu sebelumnya bercerita kepada Prio bahwa dirinya yang tidak bisa berenang.
“Tuan patih, tuan harus bersyukur. Sebab tuan telah dikaruniai Allah sesuatu yang tak dikaruniakan-Nya kepada Rasulullah sekalipun.”“Apa itu hai anak goblok? Cepat katakan!” bentak sang patih.
Suatu ketika, Nabi dan Sahabat berbuka puasa. Salah satu menu yang tersaji adalah kurma. Merekapun menikmatinya, dan meletakkan sampah berupa biji kurma di depan masing-masing.
Ada seorang dusun yang baru saja pulang dari ibadah haji. Sementara yang satu ini kalau menjalankan shalat aneh sekali. Dia menghadap ke arah seenaknya saja. Padahal sebelum pergi haji, dia kalau shalat selalu menghadap ke barat
Alkisah, suatu hari Muhammad bin Harun Ar-Rasyid yang lebih dikenal dengan panggilan Al-Mu’tashim Billah bersama beberapa prajurit melewati gurun tandus. Di tengah jalan Penguasa Bani Abbasiyah yang terdidik dalam sekolah militer dengan disiplin ketat ini berhadapan dengan singa gurun.
Dalam peristiwa khidmat dan sakral tersebut, ada momen menggelitik ketika Kiai Said membacakan sumpah yang secara serentak dijawab oleh seluruh pengurus di panggung utama yang didesain cukup anggun.
Konon, dalam riwayat Abdullah bin Mish‘ab, Amirul Mukminin Sayyidina Umar bin Khattab RA susah tidur. Jumlah perjaka tua atau jomblo kawakan membludak. Mereka telat kawin bahkan luput karena standar mahar begitu tinggi. Tambah lagi upacara tetek-bengek adat perkawinan yang rumit dan tentu nambah ongkos
Imran bin Hitthan bertubuh gempal, pendek, dan wajah yang jauh dari lumayan. Meskipun demikian ia dianugerahi Allah seorang istri yang cantik, tinggi semampai, dan langsing.