Mengelak Nyolong Kambing
Pagi-pagi Haji Karjo sudah terlihat panik. Berkali-kali ia berteriak. Kambing yang bakal ia sembelih untuk hari raya kurban hilang dari kandang. Sudah kesana kemari mencari ke hampir seluruh sudut desa namun hasilnya nihil.
Kumpulan artikel kategori Humor
Pagi-pagi Haji Karjo sudah terlihat panik. Berkali-kali ia berteriak. Kambing yang bakal ia sembelih untuk hari raya kurban hilang dari kandang. Sudah kesana kemari mencari ke hampir seluruh sudut desa namun hasilnya nihil.
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah menyebut nama-nama tokoh di Indonesia yang ia kagumi, saat menghadiri acara "Tribute to Prof. Dr. M. Quraish Shihab" di Kampus UIN Jakarta, November 2009 silam.
Sial bagi Aldo saat timnya membutuhkan tenaga untuk mengungguli sang juara bertahan. Namun, wasit cukup terkejut dengan tingkah Aldo yang seketika itu langsung mencium tangan wasit justru ketika ia harus menerima kenyataan diusir wasit.
Aktivis yang memang paham betul tentang syarat khutbah itu tidak terima mendengar ceramah sang khotib yang terus-terusan menjelek-jelekkan nama Gus Dur, sang idola.
Haji Mukidin yang terkenal kaya raya di kelurahannya suatu kali didatangi Makaryo, pemuda karang taruna desa setempat, dalam rangka meminta sumbangan. “Untuk lomba Agustusan, Pak Haji,” katanya.
Jelang pilkada yang kurang beberapa bulan lagi, seorang bupati yang berniat maju sebagai calon petahana blusukan ke beberapa tempat yang seumur-umur belum pernah ia sapa: ke pasar-pasar, ke rumah-rumah kumuh di bantaran sungai, ke masjid-masjid, hingga ke sejumlah lembaga pendidikan, termasuk pesantren.
KH Abdullah Faqih dikenal sebagai kiai yang sangat dihormati. Di zaman pemerintahan Gus Dur, nama beliau sering disebut karena salah satu ulama khos yang dirujuk presiden ke-4 RI itu. Sosok kharismatik ini pun tak lepas dari guyonan.
Ketika saat pertemuan pekan berikutnya tiba, Kiai Durakman langsung bertanya, "Siapakah di antara bapak/ibu yang sudah membaca al-Maidah ayat 121?"Semua hadirin angkat tangan. Kiai Durakman meringis.
Menjelang mudik Lebaran, Dulkirom, seorang anggota Banser, dak-dik-duk menghadapi pertanyaan “kapan nikah?” dari segenap pintu rumah kerabat yang bakal ia kunjungi. Baginya, usia 34 tahun belum ijab-qabul adalah aib, bahkan bid’ah bagi sekelompok orang.
Seorang anggota Banser yang telah berumur menyambut rombongan Bupati, dan memandu perjalanan Bupati ke acara pengguntingan pita peresmian. Nyatanya, anggota Banser tua ini membelokan Bupati ke suatu tempat yang jauh dari lokasi acara.
“Begini. Semalem saya bermimpi ketemu Rasulullah,” ungkap Cak Nun datar. “Saat itu, saya sempat tanyakan kepada beliau, ‘Kanjeng Nabi, saya didesak untuk menentukan dua pilihan, NU atau Muhammadiyah. Tolong jenengan beri petunjuk, kelompok mana yang benar?’”
Seorang santri—sebut saja Karmin—siang itu betul-betul apes. Niat mulianya untuk menjemput kiainya yang mengisi pengajian di kecamatan sebelah terhalang oleh razia polisi bermuka garang.