Bukan Radio Islami
Bulan Ramadhan, banyak sekali orang Indonesia melakukan perjalanan umrah ke tanah suci. Suatu ketika ada seseorang baru pulang dari ibadah umrah, sebut saja Udin yang membawa oleh-oleh Radio dari Arab Saudi.
Kumpulan artikel kategori Humor
Bulan Ramadhan, banyak sekali orang Indonesia melakukan perjalanan umrah ke tanah suci. Suatu ketika ada seseorang baru pulang dari ibadah umrah, sebut saja Udin yang membawa oleh-oleh Radio dari Arab Saudi.
Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah pemimpin bangsa yang menggagas lahirnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (dulu Departemen Kelautan dan Perikanan). Alasan Gus Dur sederhana, dua pertiga wilayah RI adalah laut dan dalam sejarah, bangsa Nusantara adalah bangsa maritim.
Seorang santri di suatu pondok pesantren belajar mengaji Al-Qur’an kepada pak kiai. Saat itu baru surat Al-Fatihah yang dibacanya.
Dua orang santri polos sedang berlibur di daerah Gunung Kidul. Sebut saja namanya Jono dan Udin. Kebetulan hari itu adalah hari Jum'at. Hari dimana umat Islam melaksanakan kewajiban Shalat Jum'at.
Udin merupakan fans yang cukup aktif berinteraksi dengan stasiun radio Aswaja FM saat-saat menunggu berbuka puasa.
Suatu hari Kiai Ahmad Dalhar Watu Congol, Magelang kedatangan seseorang tamu Tionghoa non Muslim. Sang tamu bercerita bahwa perusahaannya bangkrut dan ia harus menanggung hutang yang cukup banyak.
Seorang santri, sebut saja namanya Tholib, dipanggil untuk menghadap kiainya. Karena mungkin merasa sungkan jika sowan sendirian, akhirnya Tholib mengajak seorang santri senior. Sesampainya di kediaman pengasuh, Tholib disuruh kiayinya membuatkan teh.
Seseorang meninggal. Lalu, keluarganya meminta pak kiai untuk menyalatkan. Padahal yang bersangkutan tidak beragama Islam, dan jenazah non Islam tidak perlu dishalatkan. Tapi pak kiai pun mengiyakan saja.
Seorang tamu datang ke rumah kiai. Setelah panjang lebar ternyata ia mengajak kiai bergabung dengan organisasi yang diikutinya.
Dul Roub dan kawan santri lain diajak Pak Kiai untuk menghadiri undangan pengajian peringatan kematian seorang tokoh di Kota Solo.
Burhan berniat memberi hadiah sarung BHS kepada kiai yang sangat dihormatinya. Setelah dibungkus rapi, hadiah itu pun akhirnya diserahkan kepada kiainya.
Alkisah ada seorang muallaf yang penuh dengan antusias mendalami agama Islam. Setelah menjalankan syarat masuk Islam yaitu sunat (khitan), dia menemui salah seorang kiai untuk belajar berbagai macam rukun Islam.Dengan penuh penasaran Muallaf tersebut bertanya kepada kiai, “Pak Kiai, katanya shalat itu lima waktu. Tapi kenapa kok banyak yang shalat lebih dari lima kali dalam sehari?”“Shalat yang hukumnya wajib itu lima kali, yaitu Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’, sedang shalat yang lain hukumnya sunah...” jelas kiai dengan penuh kesabaran.Si Muallaf kaget dan wajahnya mendadak pucat mendengar penjelasan pak kiai. ”Apa, sunah...?!" “Kalau begitu saya nggak mau shalat yang lain,” tukas Muallaf.“Lho, kenapa?” tanya kiai. “Shalat sunah itu pahalanya sangat besar,” jelas kiai.“Kapok...pokoknya saya nggak mau dihukum sunah lagi!” jawabnya polos.Kiai pun tertawa, dan dalam hatinya berkata, “Rupanya Muallaf itu mengira sama antara sunah dan sunat.” (Ahmad Rosyidi)