IPA, IPS, IPNU
Tokoh NU pasti menginginkan anaknya mengikuti jejaknya aktif di NU. Alkisah, seorang tokoh NU yang sakit berat, menjelang wafat, sempat berwasiat kepada istrinya. Isinya, tentang masa depan anaknya yang akrab disapa Otong.
Kumpulan artikel kategori Humor
Tokoh NU pasti menginginkan anaknya mengikuti jejaknya aktif di NU. Alkisah, seorang tokoh NU yang sakit berat, menjelang wafat, sempat berwasiat kepada istrinya. Isinya, tentang masa depan anaknya yang akrab disapa Otong.
Selelah lebaran dan 17 Agustus, seluruh pesantren akan mulai aktif lagi kegiatannya. Oleh karena itu Otong dan Cecep berangkat kembali ke pesantrennya di Jawa Timur naik kereta api. Saat perjalanan mereka ngobrol-ngobrol.
Pada saat acara peringatan 17 Agustus, Otong dan Cecep berbincang-bincang tentang kiprah NU terhadap kemerdekaan Indonesia.
Empat pilar bangsa yang selalu didengungkan para petinggi bangsa ini, dinilai terkait erat dengan PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama). KH Said Aqil Siroj pernah menyebut akronim ‘lain’ dari PBNU.
Dalam sebuah acara halal bihalal, sang penceramah menyampaikan pentingnya untuk senantiasa menjaga hubungan baik dengan sesama.
Marto adalah santri perokok di salah satu pondok pesantren di Jawa Timur. Kalau sedang ingin merokok dia pasti mencari tempat agar tidak ketahuan kiainya. Walaupun sudah dicantumkan di dinding-dinding pondok bahwa santri di larang merokok. Akan tetapi Marto tidak menghiraukannya.
Memasuki 10 hari terakhir bulan puasa, shalat tarawih di sebuah masjid kembali dipenuhi para jamaah seperti 10 hari pertama. Padahal sebelumnya, sepuluh hari kedua masjid tersebut mengalami penurunan jumlah jamaahnya.
Pada saat Otong sedang ‘itikaf di masjid dekat rumahnya, tiba-tiba temannya, Cecep datang menanyakan soal lailatul qadar.
Otong dan Faruk merupakan santri yang mbeling (nakal) tapi cerdas di pesantren. Mereka jarang pulang saat hari raya idul fitri. Rumah mereka sangat jauh di pulau sebrang. Namun saat itu uang mereka untuk melangsungkan hidup di pesantren mulai menipis. Singkat cerita:
Saat itu berlangsung kegiatan batsul matsail yang diikuti banyak kiai dan mahasiswa dari penjuru daerah setempat. Suatu ketika saat narasumber menerangkan beberapa pernyataan dan materi yang akan dibahas dalam batsul masail itu.
Sudah menjadi tradisi di kalangan Nahdliyin, untuk mengisi waktu antara dua rakaat shalat tarawih dengan dua rakaat yang lain, seseorang yang ditunjuk sebagai bilal membaca bacaan-bacaan tertentu. Misalnya bershalawat atau membaca nama salah satu khalifah empat (khulafa’ur rasyidin).
Ini adalah cerita dari seorang sahabat ketika di pesantren dulu. Al-Kisah ada salah seorang penganut Wahabi bertamu kepada salah seorang kiai yang bertujuan ingin mempermasalahkan amalan warga nahdiyyin tentang menggerakan kepala saat membaca kalimat thayyibah (laa ilaa ha illallah).