Syahadat Sunny, Syahadat Syiah
"Sampeyan tahu berpedaan antara Sunny dengan Syiah dalam mengikrarkan Syahadat?" tanya D. Zawawi Imron, penyair asal Madura pada saya.
Kumpulan artikel kategori Humor
"Sampeyan tahu berpedaan antara Sunny dengan Syiah dalam mengikrarkan Syahadat?" tanya D. Zawawi Imron, penyair asal Madura pada saya.
Untuk menggalang dana, rumah sahabat anak Puspita, mengundang KH Abdurrahman Wahid dalam acara Bercanda Bersama Gus Dur. Acara tersebut, dihadiri para donatur lintas iman, para aktivis, mahasiswa, dan warga Nahdliyin.
"Kang, Apa Sampeyan sudah dengar cerita orang Madura jual Jangkrik?" tanya D. Zawawi Imron pada saya.
Untuk menjamin keamanan di acara Munas NU, anggota pasukan Banser disiapkan di beberapa titik lokasi di sekitar pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon, pada 14-17 Septemer.
D. Zawawi Imron bercerita tentang keluhan seorang kiai sepuh di Madura. "Orang NU shalatnya ndak pakai kopyah, ikut-ikutan ndul-gundul kaya orang Muhammadiyah," kata Zawawi dengan dialek Madura yang kental.
Perbedaan pandangan yang meruncing dua pimpinan NU, antara Kiai Idham Chalid dengan Pak Subhan ZEmembuat para sesepuh prihatin. Mbah Kiai Ma’shum Lasem pun memanggil Kiai Bisri Mustofa.
Lebaran kemarin saya mengunjungi beberapa kiai yang kebetulan pernah jadi murid abah mertua saya semasa mereka mondok di Posantren Futuhiyyah Mranggen Demak.
Sidang Isbat di Kementerian Agama dihadiri banyak orang dari ormas, para duta besar, ahli astronomi, pejabat terkait, dan tak ketinggalan, para puluhan wartawan dari pelbagai media.
Awal Ramadhan selalu membikin bingung masyarakat, mau ikut siapa. Pemerintah punya pendapat, ada pula ormas Islam yang keukeuh dengan tafsirnya sendiri. Masing-masing adu argumentasi dan perang opini, tak peduli masyarakat yang menjadi korban ketidaksepakatan para elit ini.
Waliyullah atau Wali Allah adalah derajat atau maqom yang luhur, tak bisa dijangkau oleh orang biasa. Secara bahasa saja, makna wali Allah bikin bulu kuduk berdiri bagaimana tidak, wali Allah bermakna kekasih Allah, pembela Allah, bahkan Gus Mus dalam sebuah tulisannya memaknai dengan bolo (teman) Allah.
Saat layat ke almarhum Kang Moeslim Abdurrahman, Sabtu 7 Juli, di Jatibening-Bekasi, saya teringat sebuah obrolan dengannya, pada bulan Puasa 2008.
PAGI-PAGI sekali, Gus Dur mengundang santrinya. “Tolong, Kang, dibacakan lagi tulisanku. Bilang saja kalau ada kalimat yang tidak mudah dipahami atau ada tanda baca yang belum pas,” Gus Dur meminta.