NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Humor

Kumpulan artikel kategori Humor

Menampilkan 12 artikel (Halaman 84 dari 106)
Telepon dari Kubur
Humor

Telepon dari Kubur

Seorang hamba yang telah diberi kekayaan oleh Allah SWT menjadi lupa diri ketika kekayaannya semakin bertambah. Jangankan bersyukur..malah ia bertepuk dada bahwa apa yang didapatnya adalah hasil keringat sendiri. Ia menjadi pria yang sombong dan selalu menjauh dari orang-orang miskin. Ketika isterinya meninggal dunia..ia tidak merasa kehilangan. Dengan sombongnya dia lalu membeli sebuah HP lengkap dengan nomor dan pulsa..lalu diam-diam dimasukkan ke dalam kain kafan isterinya sebelum dimakamkan.

Siasat Kiai Mu'awan
Humor

Siasat Kiai Mu'awan

Sejak tahun 1943, Jepang mendakan latihan ulama dan guru madrasah seluruh Indonesia bertempat di Jakarta. Mereka dilatih selama satu bulan. Kemudian disusul latihan selanjutnya secara bergelombang. Kiai Mu’awan adalah salah seorang yang ikut dalam pelatihan itu. Ketika diadakan latihan kemiliteran, kira-kira 100 orang ulama dipecah menjadi dua pasukan. Yang satu jadi penyerang benteng, sisanya jadi pembela. Kiai Mu’awan kebetulan sebagai komandan pembela benteng.

Bilang Saja Santri Kiai Kholil
Humor

Bilang Saja Santri Kiai Kholil

Suatu ketika, KH Kholil Bangkalan diminta warga untuk memimpin talqin mayit. Awal mulanya beliau tidak menyanggupinya. Karena didesak oleh shohibul musibah akhirnya kiai Kholil mau dengan syarat. Karena beliau beserta lima santri, tiap santri harus dibayar satu juta sehingga lima santri berjumlah lima juta. Setelah dilakukan negosiasi permintaan kiai direstui oleh shohibul musibah.Prosesi talqin dimulai, kiai Kholil beserta kelima santri mendekat ke kubur. Tidak seperti talqin pada umumnya, beliau menggoyang-goyangkan batu nisan jenazah dengan keras dan hal tersebut membuat kaget jamaah takziyah. Dengan masih menggoyang-goyangkan batu nisan dengan keras beliau mulai men-talqin, “Hai mayit, nanti kalau ditemui malaikat bilang saja engkau santri KH Kholil Bangkalan.” (Syaiful Mustaqim)

Tahlil Kiai Kholil
Humor

Tahlil Kiai Kholil

Suatu hari, KH Kholil Bangkalan diminta untuk memimpin tahlil di kediaman seorang warga. Sampai di rumah shohibul hajat, kiai Kholil memimpin jalannya acara. Tetapi ada yang ganjil, setelah salam beliau hanya membacakan kalimat thoyibah “La ilaha illallah” sekali saja. Lantas salam dan pulang. Padahal oleh pemilik rumah beliau diberi berkat dengan ukuran kardus yang cukup besar.Melihat kejadian itu istri pemilik rumah marah-marah kepada suaminya. Jika pemberian berkat untuk kiai Kholil dengan bacaan tahlil tidak sebanding. Akhirnya si istri meminta suaminya untuk mendatangi kediaman beliau. Sampai di rumah kiai kemudian lelaki tersebut menjelaskan maksud kedatangannya.Lelaki: “Kiai, kehadiran saya kesini atas permintaan istri saya. Dia merasa ganjil dengan    tahlil yang kiai pimpin tadi.”Kiai: “Pantas saja sampai rumah ketika berkat mau dibuka oleh istri, saya melarangnya. Akhirnya saya pun menaruhnya di atas almari.”Untuk menjelaskan keganjilan itu, kiai mengambil timbangan, selembar kertas bertuliskan kalimat thoyibah dan berkat. Subhanallah, setelah ditimbang, ternyata berat menuju selembar kertas yang bertuliskan kalimat thoyibah.Kiai: “Makanya, saya hanya membacakan satu kalimat tahlil saja. Karena bacaan itu sudah cukup untuk bingkisan ahli kuburmu. Beratnya pun melebihi berkat yang anda berikan kepadaku.” (Syaiful Mustaqim)

Sebuah Cerita tentang Bid’ah di Dusun Kami
Humor

Sebuah Cerita tentang Bid’ah di Dusun Kami

Kang Hanif, seorang anggota Ansor, telah lama didaulat masyarakat di desa untuk memangku masjid. Semua acara keagamaan dia yang memimpin. Suatu hari ada seorang berjenggot panjang dan bercelana cingkrang dari sebelah desa menudingnya sebagai pelaku bid’ah, churafat, takhayul, bahkan syirik.“Mas, sampean jangan terus-terusan menyesatkan umat. Tahlilan, sholawatan, yasinan, manaqiban, bermaaf-maafan sebelum memasuki Ramadhan, itu bid’ah. Apalagi mendoakan mayit, tawasul atau ngirim pahala untuk orang sudah mati. Doa itu tidak sampai, bahkan merusak iman. Musyrik hukumnya,” kata orang tersebut dengan gaya sok paling Islam dan paling benar.

Mengirim TKB ke Timur Tengah
Humor

Mengirim TKB ke Timur Tengah

Sudah sekian tahun Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Timur Tengah mengalami pelecehan, dan selama ini, belum ada solusi kongrit untuk mengatasinya. Berbagai solusi diusulkan dalam sidang komisi di DPR yang membidani masalah ketenagakerjaan.Syaiful, seorang anggota DPR dari sebuah partai Islam mengusulkan  “Kita hentikan pengiriman TKW ke Timur Tengah karena terlalu seringnya terjadi pelecehan”Usul ini ditentang oleh Agus anggota dewan lainnya.“Ngak bisa, kita tetap memerlukan devisa dari negera petrodollar itu” katanya.Segera dijawab Syaiful“Itu gampang, kita garukin saja bencong di jalanan dan kita kirimkan mereka ke sana menjadi Tenaga Kerja Bencong (TKB)”.

Lempar Jumrah
Humor

Lempar Jumrah

Seorang pejabat tinggi dengan posisi yang dikenal “basah” berangkat dengan mengikuti program haji plus yang ongkosnya tiga sampai empat kali lipat dari haji biasa. Berbagai proses diikuti, sampai akhirnya tibalah saatnya untuk melempar jumrah yang merupakan bagian dari manasik haji, yang disimbolkan melempar syaitan yang menjadi simbol kejahatan.Acara lempar jumlah ini berlangsung dengan ramainya. Satu per satu batunya dilempar, tetapi entah darimana asalnya, terdapat sebuah batu terlempar mengenai tubuhnya. Segera saja, batu tersebut diambil, dilihatnya, dan didalamnya terdapat sebuah tulisan Arab. Buru-buru disimpannya, “Ini pasti jimat” pikirnya. Begitu sampai di Indonesia, dan acara seremoni di rumah selesai, ia segera mendatangi ulama yang sangat pandai berbahasa Arab. Ditanyakanlah apa arti kata-kata di batu yang selama ini membikin penasaran.Segera saja, ulama, yang sudah berusia lanjut tersebut mengamati dengan teliti tulisan dibatu kecil tersebut sampai akhirnya ia membacakan artinya. “Sesama syaitan dilarang saling melempar”