NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Humor

Kumpulan artikel kategori Humor

Menampilkan 12 artikel (Halaman 90 dari 106)
Pesantren Ya’lu Wala Yu’la ‘Alaih
Humor

Pesantren Ya’lu Wala Yu’la ‘Alaih

Diceritakan, ada tiga orang kiai menetap dalam satu desa di Jawa. Kiai Mahmud, Kiai Ahmad, dan Kiai Muhammad. Mereka masih saudara, tunggal buyut. Ketiganya memiliki pesantren yang letaknya tidak berjauhan. Meskipun saudara, dan sama-sama NU, ketiganya tampak bersaing dan tidak pernah sama berfatwa, baik fatwa agama, politik, dan kehidupan social lainnya. Pendeknya, mereka selalu berbeda satu dengan lainnya.   Hanya dua hal yang membuat mereka berkumpul, shalat Jumat, shalat Idul Fitri, serta shalat Idul Adha.

Pidato Kog Menidurkan!
Humor

Pidato Kog Menidurkan!

Saat menyampaikan ceramahnya pada acara seminar yang dilaksanakan oleh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) di Jakarta (25/11) KH Said Aqil Siradj (Kang Said) banyak bercerita tentang dakwah yang damai dan menyejukkan seperti dicontohkan Wali Songo. Seperti biasa, Kang Said bercerita dengan sangat apik, suara yang ringan namun menggelegar dan hafalannya yang kuat membuat para anggota MMI tersihir. Padahal sebelumnya mereka sudah dibakar semangatnya oleh sang komandan Abu Bakar Ba'asyir dan rekan sepemikiran Ismail Yusanto dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Kang Said bercerita secara historis bahwa dakwah di Indonesia dengan jalan kekerasan selalu gagal.

Gara-gara Teks Pidato
Humor

Gara-gara Teks Pidato

Seorang yang baru saja terpilih menjadi anggota dewan agak terkejut ketika mendapat tugas untuk memberikan sambutan pada sebuah acara peresmian proyek di kantor gubernur. Dia merasa kurang begitu mahir dalam bidang yang sedang digarap, padahal di lingkungan anggota dewan dia kebagian jatah bertugas di bidang itu. Untung saja dia punya banyak staf ahli yang pintar-pintar. Segera saja dia suruh para staf ahli membuatkan teks pidato. Baiklah acara dimulai. Sambutan berikutnya atas nama anggota dewan. Kepada beliau dipersilakan!

Awal Bulan dan Datang Bulan
Humor

Awal Bulan dan Datang Bulan

Pak Wakil Presiden H Muhammad Jusuf Kalla sempat mengundang para pentolan dua organisasi Islam Indonesia NU dan Muhammadiyah ke rumah kediamannya. Maksud hati ingin menanyakan "Kenapa sih NU dan Muhammadiyah sering lebaran berbeda, padahal kan Al-Qur'an dan Hadits yang dipakai sama?" Singkat cerita, setelah dijelaskan akhirnya Pak Wapres faham bahwa perbedaannya adalah soal metodologi penentuan awal bulan Hijriyah. Jika NU berpendirian bahwa dikatakan awal bulan itu kalau sudah ada hilal, yakni bagian dari bulan baru yang bersinar sejenak setelah matahari terbenam. Demikian yang dikehendaki secara qath'i dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Sementara Muhammadiyah berpendirian bahwa awal bulan itu dihitung ketika bulan sudah menjadi baru atau selesai berevolusi tanpa harus nampak hilal. Kedua-duanya menghitung posisi bulan dengan ilmu hisab atau astronomi.