Masjid Rempeyek dan Ijazah Wirid Kiai Ali Maksum Krapyak
Hingga tibalah KH Ali Maksum di Masjid Al Muhajirin. Melihat keadaan masjid tersebut, KH Ali Maksum berujar kepada KH Baedlowie, "Masjidmu kok koyo rempeyek (Masjidmu kok seperti rempeyek).”
Temukan semua artikel keislaman terbaru
Hingga tibalah KH Ali Maksum di Masjid Al Muhajirin. Melihat keadaan masjid tersebut, KH Ali Maksum berujar kepada KH Baedlowie, "Masjidmu kok koyo rempeyek (Masjidmu kok seperti rempeyek).”
Sudahkah kita beribadah dengan baik dalam kehidupan yang singkat ini? Kalaupun sudah beribadah, di posisi manakah kita di antara tiga motivasi tersebut? Apakah kita beribadah karena ingin mengejar kenikmatan, menghindari siksaan, atau karena kesadaran diri yang penuh sebagai hamba sejati?
Rasulullah terbuka dengan berbagai pandangan yang berbeda. Beliau tidak merasa mentang-mentang sebagai Nabi lantas bersikap otoriter, keras dan tidak mau mendengar saran orang lain. Para sahabat Nabi juga bersikap santun saat mengajukan pendapat.
Bolehkah kalau manusia meminta kepada-Nya hal-hal di luar kewajaran seperti meminta kekayaan yang melimpah? Mohon penjelasannya.
Keterangan Imam Al-Ghazali di atas perlu diperhatikan kembali mengingat kini kompleksitas dan keterbukaan informasi publik saat ini seperti forum twitter, fesbuk, dan pelbagai aplikasi lain di mana kita berinteraksi dengan banyak orang.
Shalat berjamaah lebih dari sekadar urusan mana yang lebih besar pahalannya: shalat sendirian atau bersama-sama. Ia memuat hikmah dan pelajaran yang penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Perbandingan satu dan dua puluh tujuh yang diketengahkan oleh hadits justru memperkuat bahwa shalat berjamaah memuat “rahasia” yang spesial sehingga Allah begitu menganjurkannya.
Sepanjang yang kami ketahui dalam kasus ini para ulama berselisih pendapat. Pendapat pertama, menyatakan bahwa shalat tahiyyatul masjid tidak gugur ketika seseorang yang masuk masjid duduk.
Saya ingin menanyakan seputar shalat dua rakaat ketika masuk masjid atau shalat tahiyyatul masjid. Pertama, apa makna shalat tahiyyatul masjid? Yang kedua, apabila kita masuk masjid kemudian duduk, apakah anjuran melakukan shalat tahiyyatul masjid gugur?
Kami ingin menanyakan sembahyang di masjid-masjid yang terdapat makam di balik tembok atau di dalamnya. Bahkan ada juga makam para wali di pelataran masjid. Bagaimana hukumnya? Soalnya ada yang bilang sembahyang itu harus di masjid yang benar-benar bebas dari makam di pekarangannya.
Kita berharap Allah SWT menjadikan desa itu sebagai tempat yang memberikan kenyamanan bagi penduduknya, dan memberikan berkah bagi mereka. Doa ini disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar.
Hukum shalat menggunakan pakaian yang terkena darah nyamuk masih diperdebatkan oleh ulama: ada yang mengatakan sah dan ada yang mengatakan tidak sah. Tetapi, kebanyakan ulama mengatakan tidak sah bila darahnya banyak dan tetap sah bila darahnya sedikit. Ukuran banyak atau tidaknya diserahkan sepenuhnya pada kebiasaan masyarakat.
Abdullah bin Mas'ud pun mengabulkan permintaan Rasulullah dengan membacakan Surat an-Nisa’ dengan fasih. Namun, Baginda Nabi tiba-tiba memintanya berhenti ketika Abdullah sampai pada sebuah ayat. Abdullah berhenti. Ia menoleh ke wajah Rasulullah dan menyaksikan air mata meleleh dari kedua pelupuk mata utusan Allah itu.