Ciri-ciri dan Akhlaq Rasulullah SAW
Ayat Al Qu’ran paling sarat memuji Nabi Muhammad SAW adalah ayat berbunyi wa innaka la’ala khuluqin ‘azhim, yang artinya sesungguhnya engkau (hai Muhammad ) memiliki akhlak yang sangat agung.
Temukan semua artikel keislaman terbaru
Ayat Al Qu’ran paling sarat memuji Nabi Muhammad SAW adalah ayat berbunyi wa innaka la’ala khuluqin ‘azhim, yang artinya sesungguhnya engkau (hai Muhammad ) memiliki akhlak yang sangat agung.
Marilah di akhir tahun kita tingkatkan ketaqwaan kita dengan mengingatkan diri kita akan berbagai kesalahan yang telah kita kerjakan dan bertekad untuk tidak terulangnya pada tahun mendatang. Imam Qusyairi pernah menyatakan delapan hal yang dapat menghantarkan seseorang menuju ketaqwaan
Hampir setiap orang mengerti kopi. Biji kopi yang dibungkus buah kopi dikeringkan, lalu disangrai untuk selanjutnya ditumbuk menjadi bubuk. Bubuk kopi inilah yang berikutnya diolah menjadi umumnya bahan minuman kopi. Tetapi kopi luak sedikit berbeda meskipun perbedaannya sedikit. Namun begitu, implikasi hukumnya perlu dipertimbangkan.
Bulan Muharram sebentar lagi tiba. Secara otomatis tahun akan segera berganti. Selamat jalan tahun lama dan selamat datang tahun baru. Hari-hari ini adalah waktu yang tepat untuk ber-muhasabah, menghitung jumlah dosa yang telah dilakukan tahun lalu dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Sekaligus juga bersyukur kepada Allah swt yang masih memberikan umur panjang hingga detik ini. Jangan sampai amal ibadah kita besok lebih buruk dari hari ini dan hari kemaren.
Keluar-masuk pakai aturan. Di sinilah pentingnya aturan. Tanpa kepatuhan terhadap aturan, seseorang dapat menggetok jidatnya sendiri. Kalau sudah begini, ia tidak bisa menunjuk sumber kesalahan kepada siapa pun kecuali dirinya sendiri.
Salah satu hadits yang terkenal mengungkapkan betapa penting kecintaan kaum muslimin pada Rasulullah SAW. Sabda beliau, “Tidak sempurna iman seorang di antara kamu sebelum ia lebih mencintai aku daripada mencintai ibu-bapaknya, anaknya, dan semua manusia” (HR Bukhari).
Lima hal yang telah disiapkan oleh Allah sebagai imbalan bagi mereka yang berhasil melaksanakan lima perkara. Pertama Allah swt telah menyiapkan tambahan rizqi bagi mereka yang bersyukur. Kedua Allah swt siapkan pengabulan bagi mereka yang telah berdo'a. Ketiga Allah swt siapkan ampunan bagi mereka yang beristighfar. Keempat Allah swt akan selalu membuka pintu yang lebar (menerima) bagi mereka yang melakukan pertaubatan insaf dari kesalahan. Kelima Allah swt siapkan imbalan spesial bagi mereka yang bersedekah.
Usaha dalam segala untuk mendapat sebuah hasil itu wajib. Ikhtiar merupakan upaya bebas untuk mencari jalan yang terbaik. Tetapi hasil dari usaha itu sendiri merupakan sebuah keputusan Allah secara mutlak. Perihal ini penting kiranya untuk diperhatikan.
Suatu ketika Imam Junaid al-Baghdadi mendapat kunjungan dari seseorang yang baru saja pulang menunaikan haji. Meski ritual haji telah ia jalani, orang ini belum menunjukkan perubahan perilaku apa-apa dalam hidupnya.
Waktu shalat subuh dimulai sejak terbitnya fajar shadiq sampai dengan terbitnya matahari. Untuk waktu ikhtiyar (antisipasi) waktu subuh hanya sampai dengan langit arah timur kekuning-kuningan tanda akan terbitnya matahari, untuk waktu jawaz sampai matahari terbit dari ufuq timur, sebagai tanda waktu subuh telah habis. Keterangan ini terdapat dalam Kitab Matan Taqrib,
Perempuan tentu peka terhadap keadaan di sekitarnya termasuk ketika ada seseorang lelaki yang melamarnya. Amatannya detail. Pancaindranya bekerja secara normal. Dari situ perempuan akan menanggapi gejala-gejala yang berkaitan dengan lamaran.
Kalau sekadar memakai senjata tajam mulai dari parang, golok, anak panah, bambu runcing, senjata api, meriam dan sejenisnya, ini namanya bukan perang di jalan Allah, tetapi tawuran antardesa. Perang di jalan-Nya selain memerlukan itu semua, juga membutuhkan pikiran matang.