Keluar-masuk pakai aturan. Di sinilah pentingnya aturan. Tanpa kepatuhan terhadap aturan, seseorang dapat menggetok jidatnya sendiri. Kalau sudah begini, ia tidak bisa menunjuk sumber kesalahan kepada siapa pun kecuali dirinya sendiri.
<>
Akan halnya dengan harta. Orang wajib menggunakan hartanya untuk kepentingan yang baik. Yang tentunya memberikan kemaslahatan dunia dan akhirat bagi dirinya. Harta harus digunakan untuk menafkahi orang yang menjadi tanggungannya, kepentingan sosial, atau ibadah haji.
Singkatnya, harta mesti dipakai untuk kepentingan yang baik. Untuk dinilai sebagai ibadah, tentu saja seseorang harus menyertakan kegiatan pengeluaran harta itu dengan niat tulus. Begitulah aturannya. Artinya ia sudah berada di jalan Allah.
Keluarnya harta di jalan Allah ini belum cukup. Seseorang juga harus mempertimbangkan jalan masuknya harta ke dalam kantongnya. Jalan masuk ini sama penting seperti jalan keluar. Ia harus memastikan kebersihan sumber perolehan hartanya. Karena, Syekh Ahmad bin Ruslan dalam kitab Zubad-nya yang terkenal berkata,
รหรยทรยงรยนรยฉ รโฆรโฆรโ รยญรยฑรยงรโฆรยง รล รยฃรฦรโ * รโฆรยซรโ รยงรโรยจรโ รยงรยก รยรหรโ รโฆรหรยฌ รล รยฌรยนรโ
โIbadah dari orang yang memakan harta haram, seperti mereka yang membuat bangunan di atas ombak.โ
Menerangkan syair di atas, Syekh Muhammad bin Ahmad Romli dalam kitab Ghayatul Bayan fi Syarhi Zubad Ibni Ruslan mengatakan,
รยฅรโ รยรยนรโ รยงรโรยทรยงรยนรยฉ รโฆรโ รยตรโรยงรยฉ รหรยตรหรโฆ รหรยญรยฌ รหรยบรล รยฑ รยฐรโรฦ รโฆรโฆรโ รล รยฃรฦรโ รยฃรห รล รยดรยฑรยจ รยฃรห รล รโรยจรยณ รยญรยฑรยงรโฆรยง รยนรยงรโรโฆรยง รยจรโก รโฆรยซรโ รหรยงรยถรยน รยจรโ รยงรยก รยรหรโ รโฆรหรยฌ รยจรยญรยฑ รยนรยฌรยงรยฌ รยจรยฃรโ รล รยฌรยนรโรโก รยฃรยณรยงรยณรยง รโรโก รหรโฆรยนรโรหรโฆ รยฃรโ รโก รโรยงรล รยซรยจรยช รยนรโรล รโก รยรโรยฏ รยฑรหรโฐ รโฆรโ รยญรยฏรล รยซ รยงรยจรโ รยนรโฆรยฑ รยฑรยถรโฐ รยงรโรโรโก รยนรโ รโกรโฆรยง รโฆรโ รโรโฆ รล รยจรยงรโ รโฆรโ รยฃรล รโ รยงรฦรยชรยณรยจ รยงรโรโฆรยงรโ รโรโฆ รล รยจรยงรโ รยงรโรโรโก รโฆรโ รยฃรล รโ รยฃรยฏรยฎรโรโก รยงรโรโ รยงรยฑ
โPerbuatan ibadah seperti sembahyang, puasa, haji, dan ibadah lainnya dari orang yang memakan, minum, dan mengenakan pakaian haramโpadahal ia mengerti keharaman sumbernyaโseperti peletak bangunan di atas ombak ganas. Artinya ia meletakkan fondasinya. Terang saja, bangunan itu takkan tetap di atasnya. Sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar Ra, Rasulullah bersabda, โSiapa yang tidak peduli kehalalan sumber perolehan hartanya, maka Allah juga tidak peduli dari pintu mana saja Ia akan menjebloskan orang itu ke neraka.โโ
Karena itu, sesorang perlu memerhatikan pintu masuk hartanya seperti pintu keluar. Seseorang tidak bisa cuci tangan. Karena, pintu keluar yang benar tidak bisa menghapus kesalahan pintu masuk. Wallahu Aโlam.
Penulis: Alhafiz Kurniawan
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: 4 Hal yang Menghalangi Terkabulnya Doa Seorang Muslim
2
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah Mengendalikan Amarah
3
PBNU Siapkan Peluncuran Sa'adatuna, Ekosistem Digital Penghubung Warga NU hingga Akar Rumput
4
Innalillahi, Putra Bungsu KH Wahab Chasbullah Wafat
5
Khutbah Jumat: Adab Bertamu dalam Islam, Wujud Akhlak Seorang Muslim
6
Meski Diancam AS, Anwar Ibrahim Tetap Larang Warga Israel Masuk Malaysia
Terkini
Lihat Semua