Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji
NU Online ยท Selasa, 22 Oktober 2013 | 04:09 WIB
Suatu ketika Imam Junaid al-Baghdadi mendapat kunjungan dari seseorang yang baru saja pulang menunaikan haji. Meski ritual haji telah ia jalani, orang ini belum menunjukkan perubahan perilaku apa-apa dalam hidupnya.
<>
โDari mana Anda?โ tanya Imam Junaid.
โSaya baru saja pulang dari ibadah haji ke Baitullah?โ orang itu menimpali.
โJadi, Anda benar-benar telah melaksanakan ibadah haji?โ
โTentu, Imam. Saya telah menunaikan haji.โ
โApakah Anda sudah janji akan meninggalkan dosa-dosa Anda saat meninggalkan rumah untuk pergi haji?โ
โTidak, Imam. Saya tidak pernah memikirkan hal itu.โ
โAnda sejatinya tak pernah melangkahkan kaki untuk haji,โ tegas Imam Junaid. โSaat Anda berada dalam perjalanan suci dan berhenti di suatu tempat semalaman, apakah Anda memikirkan tentang usaha mencapai kedekatan dengan Allah?โ
โItu semua tak terlintas di benak saya.โ
โBerarti Anda tidak pergi menuju Kaโbah, tidak pula pernah mengunjunginya.โ
โSaat Anda mengenakan pakaian Ihram dan melepas semua pakaian yang biasa Anda kenakan, apakah Anda sudah berketetapan untuk membuang semua cara dan perilaku buruk Anda, menjadi pribadi lebih baik?โ tanya Imam Junaid lagi.
โTidak, Imam. Saya juga tak pernah berpikir demikian.โย
โBerarti Anda tidak pernah mengenakan pakaian ihram,โ Imam Junaid menyayangkan. โSaat Anda Wuquf (berdiam diri) di padang Arafah dan bersimpuh memohon kepada Allah, apakah Anda merasakan bahwa Anda sedang wuquf dalam Kehadiran Ilahi dan menyaksikan-Nya?โ
โTidak. Saya tak mendapat pengalaman (spiritual) apa-apa.โ
Imam Junaid sedikit kaget, โBaiklah, saat Anda datang ke Muzdalifah, apakah Anda berjanji akan menyerahkan nafsu jasmaniah.
โImam, saya pun tak memikirkan hal itu.โ
โBerarti Anda sama sekali tak mengunjungi Muzdalifah.โ Lantas Imam Junaid bertanya, โO, kalau begitu, ceritakan kepadaku Keindahan Ilahi apa yang Anda tangkap sekilas saat Thawaf, mengitari Kaโbah.โ
โTidak ada, Imam. Sekilas pun saya tak melihat.โ
โSama artinya Anda tidak mengelilingi Kaโbah sama sekali.โ Lalu, โKetika Saโi, lari-lari kecil antara Shafa dan Marwa, apakah Anda menyadari tentang hikmah, nilai, dan tujuan jerih payah Anda?โ
โTidak.โ
โBerarti Anda tidak melakukan Saโi.โ โSaat Anda menyembelih hewan di lokasi pengurbanan, apakah Anda juga mengurbankan nafsu keegoisan untuk menapaki jalan Allah?โ
โTidak. Saya gagal memperhatikan hal itu, Imam.โ
โArtinya, secara faktual Anda tidak mengusahakan pengurbanan apa-apa.โ โLalu, ketika Anda melempar Jumrah, apakah Anda bertekad membuang jauh kawan dan nafsu busukmu?โ
โTidak juga, Imam.โ
โBerarti Anda sama sekali tidak melempar Jumrah.โ
Dengan nada menyesal, Imam Junaid menyergah, โPergi, tunaikan haji lagi. Pikirkan dan perhatikan seluruh kewajiban yang ada hingga haji Anda mirip dengan ibadah haji Nabi Ibrahim, pemilik keyakinan dan kesungguhan hati sebagaimana ditegaskan al-Qurโan:
โWa ibrahima l-ladzi waffa. Dan Ibrahim yang telah menyempurnakan janji.โ (Mahbib Khoiron)
ย
*) Diterjemahkan dari The Meaning of Hajj (www.israonweb.com)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jihad Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia
2
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
3
Khutbah Jumat: Jangan Nodai Kemerdekaan dengan Kemaksiatan
4
RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, DPR: Harus Berdampak dan Menjawab Harapan Rakyat
5
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
6
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
Terkini
Lihat Semua