Aktivis Anti-Islam Dipukul 'Spider-Man' hingga Ditangkap Polisi Saat Gelar Aksi di Minneapolis
NU Online · Senin, 24 Agustus 2026 | 23:00 WIB
Husnul Khotimah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Aktivis anti-Islam Amerika Serikat (AS) dan pembakar Al-Qur'an Jake Lang mendapat perlawanan fisik dari seorang demonstran berkostum Spider-Man saat menggelar aksi unjuk rasa provokatif di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Ahad (23/8/2026).
Aksi unjuk rasa provokatif yang menargetkan komunitas Muslim tersebut menimbulkan kekacauan dan bentrokan hebat, hingga akhirnya berujung pada penangkapan Lang beserta pengikutnya oleh pihak kepolisian.
Berdasarkan laporan dari akun Instagram Muslim News, seorang pengunjuk rasa tandingan yang mengenakan kostum Spider-Man terekam kamera memukul aktivis ekstrimis sayap kanan anti-Islam AS, Jake Lang, di tengah aksi demonstrasi yang ricuh di luar Balai Kota Minneapolis.
Rekaman video dari lokasi kejadian memperlihatkan demonstran berkostum Spider-Man tersebut melompat ke bagian belakang truk bak terbuka milik Lang dan melayangkan pukulan ke arah sang aktivis sebelum akhirnya dipisahkan oleh kerumunan massa.
Jake Lang merupakan influencer yang dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam menggelar demonstrasi rasis dan anti-Islam yang memprovokasi kemarahan publik. Ia tercatat berulang kali menargetkan komunitas Muslim, melakukan aksi percobaan pembakaran Al-Qur'an, hingga merekam dirinya sendiri saat membakar kitab suci umat Islam tersebut.
Sebelum insiden di Minneapolis, dalam aksi anti-Islam di Dearborn, Michigan, laporan lokal mencatat Lang berulang kali menyampaikan ujaran kebencian rasial, menirukan suara kera ke arah para remaja, serta menyebut umat Islam sebagai kelompok yang kejam dan menjijikkan.
Dalam satu momen, ia bahkan secara terbuka menyatakan bahwa dirinya seorang rasis.
"Aku seorang rasis karena aku tidak ingin ras lain mengambil alih negaraku," ujar Lang, dikutip NU Online dari akun Instagram Muslim News, Senin (25/8/2026).
Melansir Media Lokal Minneapolis Bring Me The News, peristiwa bentrokan di Minneapolis tersebut bermula ketika Jake Lang mengumumkan rencana aksinya hendak menggelar demonstrasi yang dinamainya sebagai aksi damai “peaceful Freedom of Speech”. Namun, kedatangan Lang dan kelompoknya mendapat penolakan keras dari warga serta kelompok aktivis lokal.
Sebelum rombongan Lang tiba, lebih dari 100 orang massa pengunjuk rasa tandingan (counter-protesters) telah memadati area depan Balai Kota Minneapolis untuk menghadang pergerakan kelompok ekstrimis tersebut.
Ketegangan meningkat drastis ketika Jake Lang bersama sekitar enam pengikutnya berusaha menembus barikade dengan mengendarai dua kendaraan bak terbuka (pickup truck) langsung di atas trotoar yang dipenuhi pejalan kaki. Langkah provokatif tersebut memicu kemarahan massa aksi tandingan yang berada di lokasi. Massa segera mengepung kendaraan tersebut, melempar berbagai benda seperti balon air, botol minuman, hingga serbuk gemerlap (glitter), serta berusaha merampas spanduk-spanduk berisikan pesan provokatif yang dipasang oleh kelompok Lang.
Situasi semakin tak terkendali ketika tim pengawal pribadi dan loyalis Lang merespons amukan massa dengan menyemprotkan gas air mata (mace) secara tebal ke arah kerumunan warga. Di tengah kepulan gas air mata tersebut insiden pemukulan oleh pria berkostum Spider-Man terjadi.
Melihat eskalasi kekerasan yang terus meningkat dan perlawanan massa yang kian sengit, rombongan Lang akhirnya berusaha melarikan diri dari area Balai Kota dengan memacu kendaraan mereka menembus kerumunan.
Media FOX 9 News melaporkan bahwa Departemen Kepolisian Minneapolis (MPD) bersama lembaga penegak hukum terkait langsung melakukan pengejaran dan penindakan masif di beberapa titik kota.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa Jake Lang beserta enam pengikut yang bepergian bersamanya berhasil diringkus atas dugaan keterlibatan dalam tindak pidana kerusuhan (probable cause riot). Pelarian kelompok tersebut berhasil dihentikan setelah petugas memotong pergerakan kedua kendaraan mereka di dua lokasi terpisah.
Kendaraan pertama dihentikan di kawasan Washington Avenue dekat akses jalan tol Interstate 35W, sedangkan kendaraan kedua dicegat di area Bloomington, tak jauh dari pusat perbelanjaan Mall of America. Seluruh penumpang yang berada di dalam kedua kendaraan tersebut langsung diborgol dan diamankan ke markas kepolisian, sementara unit kendaraan yang digunakan disita sebagai barang bukti.
Tidak hanya kelompok Lang, petugas kepolisian yang disiagakan di sekitar lokasi Balai Kota juga mengamankan sejumlah pengunjuk rasa lainnya atas dugaan melakukan penyerangan (assault), pengrusakan barang, dan tindakan kriminal lainnya.
Bentrokan fisik yang terjadi di jalanan tersebut juga memakan korban luka. Kepolisian Minneapolis melaporkan bahwa sedikitnya tiga orang petugas polisi mengalami luka-luka akibat terkena lemparan benda keras dan paparan gas merica saat berusaha meredam kerusuhan. Satu di antara petugas tersebut harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Menanggapi insiden tersebut, pejabat tinggi kota memberikan pernyataan keras terkait tindakan nekat kelompok ekstrimis kanan yang membahayakan nyawa warga sipil.
Kepala Kepolisian Sementara Minneapolis, Bill Peterson, mendampingi Wali Kota Minneapolis Jacob Frey, menegaskan bahwa tindakan mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan di atas trotoar yang padat warga merupakan bentuk ancaman keselamatan publik yang sangat serius dan tidak dapat ditoleransi.
Pihak otoritas menegaskan bahwa tindakan menerobos trotoar dengan kendaraan di tengah kerumunan massa adalah tindakan yang sangat berbahaya dan berpotensi mematikan. Pihaknya menyatakan tidak akan membiarkan kelompok manapun menjadikan kota Minneapolis sebagai arena kekerasan dan ujaran kebencian.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik Kepolisian Minneapolis bersama kejaksaan setempat masih terus melakukan investigasi mendalam, memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV), serta mengumpulkan bukti video dari media sosial untuk menentukan penambahan pasal tuduhan berat bagi Jake Lang dan para pelaku kerusuhan lainnya.
Terpopuler
1
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
2
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
3
Hukum Karnaval Menutup Jalan Umum dalam Islam, Bolehkah?
4
Panlok Gelar Simulasi, Begini Skema Kedatangan Peserta Muktamar Ke-35 NU hingga Tahap Registrasi
5
Karhutla Bersamaan di 7 Provinsi, Puluhan Hektare Lahan Hangus
6
Haul Akbar Ke-45 Mbah Hamid Pasuruan, Ketum PBNU Sebut NU Tak Mungkin Bertahan Tanpa Peran Kiai
Terkini
Lihat Semua