Dai Go Global PBNU Ajak PMI di Taiwan Teladani Tradisi Khidmah Ulama
NU Online · Ahad, 15 Maret 2026 | 11:00 WIB
Changhua, NU Online
Dai program Go Global Worldwide Dakwah dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ustadz Rifki Yusak mengajak para pekerja migran Indonesia (PMI) di Yuanlin, Changhua, Taiwan, untuk meneladani tradisi khidmah (pengabdian) kepada guru dan ulama sebagai jalan memperoleh keberkahan ilmu.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kajian Jumat pagi yang digelar di Mushola Miftahul Jannah Yuanlin, Jumat (13/3/2026). Pengajian itu diikuti oleh jamaah Muslim Indonesia yang tinggal sekaligus bekerja di kawasan Yuanlin dan sekitarnya.
Dalam pengajian tersebut, Ustadz Rifki menegaskan bahwa memuliakan ulama merupakan bagian dari memuliakan Nabi Muhammad sekaligus memuliakan agama Islam.
Ia kemudian mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad yang menekankan keutamaan menghormati para alim.
"Barang siapa memuliakan seorang alim, maka ia telah memuliakanku. Barang siapa memuliakanku berarti ia telah memuliakan Allah. Dan barang siapa memuliakan Allah, maka tempatnya adalah surga," kata Ustadz Rifki memaknai hadits Nabi yang dikutipnya.
Menurutnya, tradisi memuliakan ulama telah diwariskan sejak masa Rasulullah hingga generasi ulama setelahnya. Hal ini juga ditegaskan dalam hadits riwayat Abu Dawud
"Sesungguhnya termasuk bentuk mengagungkan Allah adalah memuliakan orang tua Muslim, memuliakan penghafal Al-Qur’an yang tidak berlebihan dan tidak meninggalkannya, serta memuliakan pemimpin yang adil," jelas Ustadz Rifki menerangkan hadits tersebut.
Ustadz Rifki juga menyinggung pentingnya masa muda sebagai waktu untuk memperbanyak pengabdian. Ia mencontohkan perjalanan hidup Nabi Muhammad yang sebelum diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun telah menjalani berbagai aktivitas dan pengabdian, termasuk membantu usaha dagang Khadijah binti Khuwailid.
“Para ulama besar juga menempuh jalan khidmah sejak muda. Dengan berkhidmah kepada guru dan masyarakat, ilmu menjadi lebih berkah dan bermanfaat,” ujarnya.
Ia juga mengisahkan teladan para sahabat Nabi yang memperoleh keberkahan ilmu melalui pengabdian. Salah satunya adalah kisah Abdullah bin Abbas yang sejak kecil melayani kebutuhan Nabi.
Atas pengabdiannya itu, Rasulullah mendoakan Ibnu Abbas dengan doa: Allāhumma faqqih-hu fid-dīn (Ya Allah, jadikanlah dia orang yang paham dalam urusan agama).
Ustadz Rifki menjelaskan bahwa doa tersebut kemudian terbukti karena Ibnu Abbas dikenal sebagai salah satu sahabat yang paling dalam ilmunya, khususnya dalam bidang tafsir Al-Qur’an.
Di akhir pengajian, Ustadz Rifki menerangkan bahwa pengabdian dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Di antaranya khidmah dengan tenaga (binnafs), dengan harta (bil maal), dan dengan doa (biddu’a).
"Ketiganya merupakan jalan yang dapat ditempuh untuk meraih keberkahan ilmu dan kehidupan," pungkasnya.
Terpopuler
1
Kapan Lebaran 2026? Berikut Data Hilal 1 Syawal 1447 H oleh LF PBNU
2
Khutbah Jumat: Hikmah Zakat Fitrah, Menyucikan Jiwa dan Menyempurnakan Ibadah
3
Khutbah Jumat: Urgensi I’tikaf di Masjid 10 Malam Terakhir Ramadhan
4
Khutbah Jumat: Puasa, Al-Qur’an, dan 5 Ciri Orang Bertakwa
5
KPK Resmi Tahan Gus Yaqut atas Tuduhan Korupsi Kuota Haji
6
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Hadiri Siniar
Terkini
Lihat Semua