Kontribusi LAZISNU Taiwan Bangun Sarana Air Bersih untuk Pesantren di Bener Meriah Aceh
NU Online · Sabtu, 14 Maret 2026 | 22:30 WIB
Bener Meriah, NU Online
Kontribusi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan melalui NU Care-LAZISNU PCINU Taiwan membantu pemulihan pascabencana di Aceh. Dalam penyaluran yang dilakukan NU Care-LAZISNU PBNU, LAZISNU Taiwan turut membantu pengadaan sarana air bersih untuk Yayasan Dayah Nurul Islam Al Aziziyah di Dusun Bakongan Baru Wih Tenang Toa, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (.7/3/2026).
Bantuan yang disalurkan berupa pipa HDPE, bak penampungan air, serta biaya pemasangan sebagai upaya memulihkan akses air bersih bagi para santri. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan infak dan sedekah para PMI di Taiwan yang dihimpun melalui NU Care-LAZISNU PCINU Taiwan.
Pipa yang disalurkan merupakan pipa HDPE (High Density Polyethylene), yakni pipa plastik berdensitas tinggi yang kuat, fleksibel, tahan korosi, dan tahan retak sehingga ideal untuk jaringan air bersih. Pipa ini bahkan memiliki ketahanan hingga sekitar 50 tahun dan lebih aman terhadap kondisi alam seperti longsor maupun gempa. Pemilihan jenis pipa ini dilakukan karena banyak jaringan air sebelumnya rusak akibat kualitas pipa yang kurang baik.
Menurut Relawan NU Peduli Yusrol Hana, rangkaian bencana yang terjadi membuat kondisi infrastruktur air semakin parah. “Setelah seminggu berturut-turut hujan deras, lalu sempat gempa. Dua hari kemudian longsor dan banjir terjadi bersamaan. Bebatuan turun dari perbukitan, bahkan banyak lubang di tembok bukit yang memancarkan air deras,” ujar Yusrol dalam rilis yang diterima NU Online, Sabtu (14/3/2026)..
Perjalanan Tim NU Peduli menuju lokasi juga tidak mudah. Di sepanjang perjalanan, tim harus melewati kondisi jalan yang rusak dengan tiga jembatan utama penghubung antar desa yang roboh. Bahkan di beberapa titik terdapat batu sebesar truk yang menghalangi jalan dan tidak dapat dipindahkan.
Pimpinan Yayasan, Syarifudin, menceritakan kembali detik-detik bencana yang terjadi pada 26 November 2025.
“Banjir terjadi malam hari, Rabu malam Kamis (26 November 2025). Siang harinya saat sholat zuhur berjamaah terdengar gemuruh keras yang memecahkan tembok pesantren. Batu besar dan gelondongan kayu datang bersamaan. Saat sholat Ashar, hujan mulai sangat lebat. Saya meminta seluruh murid dan guru mengungsi ke masjid kampung di atas, tetapi jembatan penghubung sudah putus,” jelas Abuya Syarifudin.
Abuya menambahkan bahwa pada malam itu bebatuan dan gelondongan kayu menghanyutkan kamar mandi serta pagar pesantren. Namun secara tidak terduga, beberapa batang kayu justru menahan mushola pesantren sehingga tidak roboh.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini masyarakat setempat masih membantu mengalirkan air ke pesantren secara sementara dengan fasilitas seadanya.
“Terima kasih kepada NU Care-LAZISNU PBNU dan LAZISNU PCINU Taiwan yang telah memberikan paralon sekitar 500 meter, bak air, dan membantu pemasangannya. Kami tinggal menerima jadi. Alhamdulillah, anak-anak santri sekarang tidak perlu lagi mengambil air ke sungai,” tutur Abuya.
Selain pembangunan sarana sanitasi, NU Peduli juga menyalurkan santunan bagi santri dhuafa yang belajar di yayasan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan mereka di tengah kondisi pascabencana.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Hikmah Zakat Fitrah, Menyucikan Jiwa dan Menyempurnakan Ibadah
2
Kapan Lebaran 2026? Berikut Data Hilal 1 Syawal 1447 H oleh LF PBNU
3
Khutbah Jumat: Urgensi I’tikaf di Masjid 10 Malam Terakhir Ramadhan
4
Khutbah Jumat: Puasa, Al-Qur’an, dan 5 Ciri Orang Bertakwa
5
KPK Resmi Tahan Gus Yaqut atas Tuduhan Korupsi Kuota Haji
6
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Hadiri Siniar
Terkini
Lihat Semua