Internasional

Raja Maroko Tunjuk Fatima El Mansouri sebagai Perdana Menteri Perempuan Pertama

NU Online  ·  Rabu, 30 September 2026 | 15:00 WIB

Raja Maroko Tunjuk Fatima El Mansouri sebagai Perdana Menteri Perempuan Pertama

Perdana Menteri Maroko, Fatima Ezzahra El Mansouri. (Foto: tangkapan layar Youtube Medias24)

Jakarta, NU Online

Raja Maroko Mohammed VI menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai perdana menteri pada Selasa (29/9/2026). Penunjukan tersebut menjadikan El Mansouri perempuan pertama yang memimpin pemerintahan Maroko dan perempuan kedua di dunia Arab yang menduduki posisi tersebut.


Istana Kerajaan Maroko menyatakan Mohammed VI menugaskan El Mansouri untuk membentuk pemerintahan baru. Penunjukan itu dilakukan setelah partai yang dipimpin El Mansouri, Authenticity and Modernity Party (PAM), meraih kursi terbanyak dalam pemilihan legislatif pada 23 September 2026.


El Mansouri menyebut penunjukannya sebagai momentum bersejarah bagi Maroko. Ia mengatakan, untuk pertama kalinya seorang perempuan dipercaya memimpin pemerintahan negara tersebut.


“Ini merupakan sebuah kebanggaan tidak hanya bagi saya, tetapi juga bagi seluruh perempuan Maroko,” kata El Mansouri, seperti dikutip Al Jazeera.


El Mansouri sebelumnya menjabat Menteri Perencanaan Wilayah Nasional, Pembangunan Perkotaan, Perumahan, dan Kebijakan Kota. Ia juga terpilih sebagai wali kota Marrakesh pada 2009 dan menjadi perempuan pertama yang memimpin kota tersebut. Ia kembali memimpin dewan kota Marrakesh setelah pemilu lokal 2021.


Penunjukan El Mansouri dilakukan empat hari setelah hasil pemilihan legislatif diumumkan. PAM memperoleh 97 dari 395 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat, menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak. Namun, jumlah tersebut masih jauh dari 198 kursi yang dibutuhkan untuk mencapai mayoritas parlemen. Karena itu, tugas awal El Mansouri adalah membentuk koalisi pemerintahan.


PAM menyatakan terbuka bekerja sama dengan partai lain untuk membentuk pemerintahan. Sementara itu, sejumlah partai, termasuk Partai Keadilan dan Pembangunan (PJD), menyatakan akan berada di kubu oposisi.


Dalam sistem politik Maroko, raja menunjuk kepala pemerintahan dari partai yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Setelah ditunjuk, kepala pemerintahan bertugas membentuk pemerintahan baru.


Pemerintahan baru nantinya akan menghadapi sejumlah agenda besar, termasuk pengelolaan investasi dan pembangunan infrastruktur menjelang Piala Dunia FIFA 2030. Maroko menjadi salah satu tuan rumah turnamen tersebut bersama Portugal dan Spanyol.


El Mansouri menjadi perempuan kedua yang memimpin pemerintahan di dunia Arab setelah Najla Bouden, yang menjabat sebagai perdana menteri Tunisia pada Oktober 2021 hingga Agustus 2023.