Serangan di Bandara Arab Saudi Tewaskan Tiga Warga Sipil, 36 Luka-Luka
NU Online · Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:00 WIB
Husnul Khotimah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Tiga orang warga negara asing dilaporkan tewas dan 36 lainnya mengalami luka-luka setelah gelombang serangan menargetkan dua fasilitas aviasi utama di Arab Saudi, Rabu (7/10/2026).
Melansir Al Jazeera, Otoritas Penerbangan Sipil Umum atau General Authority of Civil Aviation (GACA) kerajaan mengatakan bahwa serangan tersebut menghantam Bandara Internasional Abha serta Bandara Internasional King Khalid yang berlokasi di ibu kota Riyadh. Serangan terjadi secara terpisah pada hari Selasa dan Rabu (6-7/10/2026).
GACA merinci bahwa insiden di Bandara Internasional Abha menewaskan dua orang warga asing perempuan berwarganegara Maroko dan Aljazair, serta mengakibatkan 28 orang lainnya luka-luka, termasuk di dalamnya dua warga negara Saudi dan warga negara Bangladesh serta Filipina.
Sementara itu, serangan terpisah yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menewaskan seorang warga negara Sudan dan melukai delapan penghuni. Dari total korban luka di lokasi kedua, lima di antaranya terkonfirmasi merupakan warga negara Arab Saudi, dua warga Mesir, dan seorang warga Pakistan.
Melansir Anadolu Agency, GACA menyatakan bahwa semua korban luka tersebut ssgera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
GACA mengonfirmasi bahwa hantaman amunisi di kedua bandara tidak hanya memicu korban jiwa dan luka-luka, melainkan juga menimbulkan kerusakan fisik yang signifikan pada infrastruktur serta fasilitas terminal penerbangan sipil tersebut.
Sementara itu, pihak kelompok Houthi dilaporkan secara resmi telah mengklaim atas pengoperasian serangan ke kedua titik strategis itu.
Kelompok Houthi Yaman mengaku bahwa pada hari Rabu (7/10/2026) pihaknya telah melakukan serangan yang menargetkan kedua bandara tersebut.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan pihaknya menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dengan drone dan melakukan operasi lain terhadap Bandara Internasional Abha menggunakan rudal balistik dan drone.
Eskalasi serangan tersebut memicu respons keras dari pihak koalisi keamanan di kawasan. Melansir media Asharq Al-Awsat, Juru Bicara Resmi Koalisi Arab/Saudi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, menegaskan bahwa penyerangan terhadap objek vital sipil oleh milisi Houthi tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi hukum.
"Serangan brutal oleh milisi Houthi yang teroris terhadap warga sipil dan objek sipil di Arab Saudi, yang baru-baru ini menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha, tidak akan dibiarkan tanpa hukuman," ujar Al-Malki, dikuti NU Online dari Media Asharq al-Awsat, Kamis (8/10/2026).
Al-Malki mengatakan bahwa Pasukan Gabungan Koalisi telah menggelar aksi balasan secara masif di sejumlah kawasan basis Houthi.
"Pasukan Gabungan Koalisi melancarkan operasi komprehensif, menghancurkan total 82 target militer sah milik milisi Houthi teroris di seluruh provinsi Saada, Al-Hudaydah, Al-Jawf, dan Marib," paparnya.
Al-Malki menambahkan bahwa penindakan udara yang diluncurkan pihak Koalisi menyasar berbagai titik logistik dan pusat kendali pertahanan kelompok tersebut.
"Targetnya termasuk lokasi rudal balistik, khususnya penyimpanan rudal balistik berbasis gunung di Saada, pusat komando dan kendali, sistem komunikasi, penyimpanan rudal dan senjata, serta lokasi berkumpulnya kelompok teroris Houthi," pungkas Al-Malki.
Selain itu, Media Asharq Al-Awsat juga merilis berita bahwa serangan tersebut telah memicu kecaman keras dari berbagai badan Arab, Islam, dan Teluk. Liga Dunia Islam (Muslim World League/MWL), Yordania, Bahrain, Sekretariat Dewan Menteri Dalam Negeri Arab, hingga Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengutuk keras serangan tersebut yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.
Organisasi-organisasi tersebut menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas publik tersebut melanggar nilai-nilai agama serta hukum dan norma internasional maupun humaniter.
Atas insiden tersebut, lembaga-lembaga kawasan tersebut menyatakan dukungan dan solidaritas penuh terhadap Kerajaan Arab Saudi dalam mengambil seluruh langkah yang diperlukan guna menindak tegas serangan tersebut serta melindungi keamanan negara, warga negara, dan para pengunjung.
Terpopuler
1
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
2
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
3
Kemenag Buka Pelatihan Ekoteologi 2026, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
4
Kemenag Buka Lima Program Non-Degree 2026, Pendaftaran 5-12 Oktober
5
Innalillahi, Ketua PWNU Jawa Tengah 2003-2013 KH Muhammad Adnan Wafat
6
Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Pelita Keteladanan Sang Bu Nyai, Ahli Riyadhah, dan Politisi
Terkini
Lihat Semua