Internasional

Tolak Ketentuan Gencatan Senjata AS-Iran, Israel Serang Lebanon: Ratusan Orang Tewas

NU Online  ยท  Jumat, 10 April 2026 | 11:30 WIB

Tolak Ketentuan Gencatan Senjata AS-Iran, Israel Serang Lebanon: Ratusan Orang Tewas

Mobil dan bangunan hancur akibat serangan Israel ke Lebanon. (Foto: tangkapan layar video Al Jazeera)

Jakarta, NU Online

Lebanon menjadi bagian dari klausul yang diajukan untuk tidak diserang dalam kesepakatan gencatan senjata yang diajukan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Namun, setelah tercapai kesepakatan dengan moderasi dari Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Rabu (8/4/2026), Israel menolak klausul tersebut.


"Gencatan senjata dua minggu ini tidak mencakup Lebanon," tulis Benjamin Netanyahu melalui akun X resmi Perdana Menteri Israel pada Rabu (8/6/2026).


Ia menegaskan akan terus bertindak dengan kekuatan penuh untuk menyerang Lebanon bagian utara.


"Saya bersikeras agar gencatan senjata sementara dengan Iran tidak mencakup Hizbullah. Dan kami terus menyerang mereka dengan keras," katanya.


Al Jazeeraย melaporkan bahwa di hari yang sama, Israel menyerang Lebanon dan mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia.


"Bangunan-bangunan apartemen dan rumah-rumah di seluruh negeri dan seluruh ibukota telah diratakan dengan tanah," demikian laporan Heidi Pett, jurnalis Al Jazeera, sebagaimana dikutip NU Online pada Jumat (10/4/2026).


Rumah sakit dan tim penyelamat dilaporkan kewalahan menangani ratusan korban yang terjebak di antara reruntuhan bangunan.


"Ratusan rumah rata dengan tanah, ribuan orang mengungsi, ratusan keluarga akan berduka atas orang-orang yang telah meninggal," lanjutnya.


Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bertelepon langsung dengan Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam pada Kamis (9/4/2026).


Dalam kesempatan itu, ia mengutuk agresi berkelanjutan Israel terhadap Lebanon dan menyampaikan duka cita mendalam atas ratusan korban meninggal dalam serangan tersebut.


"Saya menegaskan kembali komitmen Pakistan untuk memajukan upaya perdamaian, termasuk memfasilitas dialog melalui pembicaraan mendatang Iran-AS di Islamabad," katanya.


Menanggapi hal tersebut, PM Nawaf menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PM Sharif. Ia juga memohon dukungan Pakistan untuk mengakhiri serangan Israel terhadap Lebanon dan rakyatnya.


"Sembari mengucapkan terima kasih kepada Shehbaz Sharif atas upaya perdamaian yang dilakukannya, Perdana Menteri Lebanon meminta dukungan Pakistan untuk segera mengakhiri serangan yang menargetkan Lebanon dan rakyatnya," tulis kantor berita resmi Lebanon NNA.ย 


Melalui akun X-nya, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan komitmen dalam gencatan senjata yang mencakup Lebanon di dalamnya.


"Ketentuan gencatan senjata Iran-Amerika Serikat jelas dan tegas: AS harus memilih gencatan senjata atau perang berlanjut melalui Israel. tidak bisa keduanya sekaligus," tulisnya.


"Dunia melihat pembantaian di Lebanon. Bola ada di lapangan AS, dan dunia sedang mengamati apakah ia akan bertindak sesuai komitmennya," lanjutnya.