Khutbah

Khutbah Jumat: Menjadi Teladan yang Dikenang Sepanjang Zaman

NU Online  ·  Kamis, 9 April 2026 | 09:18 WIB

Khutbah Jumat: Menjadi Teladan yang Dikenang Sepanjang Zaman

khutbah Jumat (Freepik)

Hidup ini singkat, dan kematian adalah sesuatu yang pasti. Tidak ada seorang pun yang dapat menolak atau menundanya. Setiap detik yang kita lalui sejatinya sedang mendekatkan kita kepada akhir kehidupan. Namun yang menjadi persoalan bukanlah seberapa lama kita hidup, tetapi apa yang kita tinggalkan setelah kita tiada.

 

Apakah kita akan dikenang sebagai orang yang membawa manfaat? Ataukah justru sebaliknya? Untuk itu, khutbah Jumat dengan judul, “Khutbah Jumat: Menjadi Teladan yang Dikenang Sepanjang Zaman” Untuk mencetak naskah khutbah ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau di bawah artikel ini. Semoga bermanfaat.


Khutbah I


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَمَرَنَا بِالْخَيْرِ وَنَهَانَا عَنِ الشَّرِّ حِفْظًا لِدِيْنِنَا وَدُنْيَانَا، وَجَعَلَ أَعْمَالَنَا مِيْرَاثًا يَبْقَى أَثَرُهُ فِي أَوْلَادِنَا وَأَقْرِبَائِنَا وَ جَمِيْعِ النَّاسِ مِنْ حَوْلِنَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ هُوَ رَبُّنَا وَمَوْلَانَا، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَ هُوَ خَيْرُ مَنْ تَرَكَ لِلْأُمَّةِ دِينًا وَهُدًى وَبَيَانًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ الَّذِينَ تَرَكُوا لَنَا مِنَ الْخَيْرِ أَعْظَمَ بُنْيَانًا، أَمَّا بَعْدُ.  فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ. 


Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,


Segala puji kita haturkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita masih diberi kesehatan, kesempatan, dan kelapangan dalam menjalani kehidupan ini.

 

Dengan pertolongan-Nya pula, berbagai urusan kita dimudahkan dan kebutuhan kita dicukupkan. Hingga pada hari Jumat yang penuh berkah ini, kita dapat hadir bersama, menunaikan ibadah dengan hati yang tenteram dan damai.

 

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAWsosok agung yang menjadi teladan dalam setiap lini kehidupan. Melalui beliau, kita mengenal jalan kebenaran, serta memperoleh cahaya petunjuk yang membimbing umat manusia keluar dari gelapnya masa Jahiliyah menuju terang benderangnya iman dan Islam.

 

Semoga shalawat dan salam itu juga terlimpahkan kepada keluarga beliau, para sahabat, tabi’in, serta seluruh umat yang istiqamah menapaki jejak perjuangan beliau hingga akhir zaman.
 


Selanjutnya, marilah kita senantiasa memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Salah satu cara merawat ketakwaan ialah dengan senantiasa mengukur amal ibadah yang telah kita lakukan di masa yang lalu.

 

Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Hasyr ayat 18:

 


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ


Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”


Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,


Kita hidup di dunia ini hanya sementara. Sejak bayi hingga menapaki lanjut usia, umur kita berkisar antara 0-60 tahun saja. Masa tersebut sangat singkat apabila dibandingkan dengan perjalanan kehidupan di alam semesta ini. Apalagi disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW, bahwa umur rata-rata manusia akhir zaman itu hanya sampai pada usia 60-70 tahun.

 

Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, bersumber dari Abu Hurairah:


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ‌أَعْمَارُ ‌أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ، وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ


Artinya: Dari Abu Hurairah, Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Usia umatku (manusia akhir zaman) itu berkisar di antara 60-70 tahun saja. Sedikit sekali dari mereka yang melewati rentang usia tersebut (diberikan umur panjang).” (HR. Ibnu Majah)


Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

 

Berangkat dari kenyataan bahwa usia manusia begitu singkat sebuah hal yang bisa kita saksikan setiap hari, serta dikuatkan oleh sabda Nabi SAW yang menegaskan bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, maka sudah sepantasnya kita berusaha meninggalkan jejak sebagai pribadi yang layak diteladani oleh generasi setelah kita, sepanjang masa.

 

Dengan umur yang terbatas ini, kita hendaknya berupaya menjadi insan yang berakhlak baik: beribadah sesuai syariat, menjauhi larangan Allah, memperlakukan sesama dengan santun, serta menjaga dan menyayangi alam serta lingkungan di sekitar kita.

 

Sebab perlu disadari, ketika kita telah tiada, yang akan tetap dikenang adalah kebaikan-kebaikan yang pernah kita lakukan selama hidup. Bahkan Al-Qur’an pun menegaskan bahwa setiap jejak dan peninggalan manusia akan terabadikan dan menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya baik itu kebaikan maupun keburukan.

Sebagaimana yang diterangkan oleh surat Yasin ayat 12:

 

اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْٓ اِمَامٍ مُّبِيْنٍ ࣖ

 

Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz).”

 

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

 

Di dalam surat Yasin ayat 12 tersebut dijelaskan, bahwa Allah SWT telah menetapkan, kalau umat manusia itu akan dikenang melalui “bekas-bekas peninggalan mereka”. Maksudnya adalah apa saja yang kita lakukan, entah berupa kebaikan atau keburukan, akan abadi dan tetap diingat oleh generasi setelah kita.

 

Berkaitan dengan uraian tersebut, Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Tafsirul Munir, jilid XXII, halaman 291, menjelaskan:

 

وَآثَارَهُمْ( أَيْ مَا أَبْقَوْهُ بَعْدَهُمْ مِنَ الْحَسَنَاتِ الَّتِي لَا يَنْقَطِعُ نَفْعُهَا بَعْدَ الْمَوْتِ، كَالْعِلْمِ وَالْكِتَابِ وَالْمَسْجِدِ وَالْمُسْتَشْفَى وَالْمَدْرَسَةِ، أَوْ مِنَ السَّيِّئَاتِ كَنَشْرِ الْبِدَعِ وَالْمَظَالِمِ وَالْأَضْرَارِ وَالضَّلَالَاتِ بَيْنَ النَّاسِ.

 

Artinya: “(Firman-Nya: ‘dan bekas-bekas mereka’) maksudnya adalah apa saja yang mereka tinggalkan setelah mereka wafat berupa kebaikan-kebaikan yang manfaatnya tidak terputus, seperti ilmu, buku, masjid, rumah sakit, dan sekolah; atau berupa keburukan, seperti menyebarkan bid‘ah, kezaliman, berbagai bentuk bahaya, dan kesesatan di tengah manusia.”

 

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

 

Perbuatan baik maupun buruk yang yang kita kerjakan, memiliki potensi besar untuk diikuti dan diingat oleh orang lain atau generasi sesudah kita. Maka, untuk dikenang sebagai orang baik sepanjang masa, kita harus senantiasa berbuat baik juga untuk sesama manusia, alam, dan lingkungan sekitar kita.

 

Namun dalam prosesnya, tetap niatkan dalam diri, bahwa berbuat baik ini semata-mata karena Allah juga. Sebab amal ibadah yang tidak didasari dengan niat karena Allah, maka balasan atas amalnya itu sesuai dengan apa yang diniatkan. 

 


Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW, riwayat Imam Bukhari, bersumber dari ‘Alqamah: 

 

عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ قَالَ: سَمِعْتُ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ، وَإِنَّمَا لِامْرِئٍ مَا نَوَى


Artinya: “Dari Alqamah bin Waqqash, ia berkata: Aku mendengar Umar bin Khattab RA berkata, bahwa ia mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang hanya memperoleh sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari)


Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

 

Jika kita seorang guru, yang setiap hari bergelut dengan ilmu dan pendidikan, maka jadilah teladan yang dikenang melalui ilmu yang kita ajarkan. Didiklah dengan penuh keikhlasan, karena boleh jadi satu ilmu yang bermanfaat akan terus mengalirkan pahala meskipun kita telah tiada.

 

Jika kita seorang saudagar, seorang pebisnis yang Allah lapangkan rezekinya, maka jadilah teladan melalui kedermawanan. Gunakan harta yang kita miliki untuk membantu sesama, meringankan beban mereka, dan memperluas manfaat bagi banyak orang.

 

Jika kita seorang pejabat atau pemimpin, maka jadilah teladan melalui kebijakan yang adil dan berpihak kepada rakyat. Gunakan amanah tersebut untuk menghadirkan kemaslahatan, bukan kepentingan pribadi atau golongan.

 

Dan sesungguhnya, apa pun profesi dan keahlian kita, selalu ada peluang untuk menjadi teladan kebaikan. Tidak ada alasan untuk tidak berbuat baik.

 

Karena itu, pilihlah untuk dikenang sebagai orang baik. Jangan sampai kita dikenal sebagai pribadi yang membawa keburukan, merugikan orang lain, atau bahkan menjadi musuh masyarakat. Na’udzubillahi min dzalik.

 

Semoga Allah menjadikan kita semua hamba-hamba-Nya yang istiqamah dalam kebaikan, ikhlas dalam beramal, dan mulia dalam kenangan. Amin ya Rabbal ‘alamin.

------------

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


 

Khutbah II

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى.

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلَآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


عِبَادَ اللّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِيْ الْقُرْبٰى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَ اللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

 

----------------
Muhaimin Yasin, Alumnus Pondok Pesantren Ishlahul Muslimin Lombok Barat dan Pegiat Kajian Keislaman