Jakarta

Fatayat NU DKI Dorong Perempuan Istiqamah Berjuang dengan Kemudahan Teknologi

NU Online  ·  Rabu, 22 April 2026 | 11:00 WIB

Fatayat NU DKI Dorong Perempuan Istiqamah Berjuang dengan Kemudahan Teknologi

Ketua Fatayat NU DKI Jakarta Hj Kusnainik. (Foto: Dok. NU Online Jakarta)

Jakarta Timur, NU Online Jakarta

Momentum Hari Kartini menjadi refleksi bagi organisasi perempuan untuk terus menyesuaikan perjuangannya dengan perkembangan zaman. Ketua Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta Hj Kusnainik menegaskan bahwa sosok Kartini masa kini telah bertransformasi mengikuti era digital.

 

Menurutnya, perempuan hari ini tidak lagi berjuang dengan cara-cara konvensional seperti masa lalu, melainkan harus dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dan media digital dalam berbagai aspek kehidupan.

 

"Sekarang sudah bukan zaman dulu lagi, Kartini sekarang sudah berubah yang memasuki era 4.0 bahkan 5.0, tentunya banyak hal yang dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui teknologi," ujarnya kepada NU Online Jakarta dalam wawancara eksklusif spesial Hari Kartini 2026, Selasa (21/4/2026).

 

Menurutnya, kemajuan teknologi membawa perubahan besar dalam cara perempuan berdaya, baik dalam keluarga maupun di ruang publik. Akses informasi yang semakin terbuka juga mendorong perempuan untuk lebih aktif dan adaptif dalam menghadapi tantangan zaman.

 

"Meski zamannya sudah berbeda, nilai-nilai perjuangan untuk tetap istiqamah dan merakyat harus tetap kita lanjutkan apalagi dengan kemudahan teknologi banyak hal yang bisa dilakukan," imbuhnya.

 

Di sisi lain, Hj Kusnainik mengaku bahwa perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan baru, terutama terkait maraknya kasus pelecehan terhadap perempuan di media sosial. Meski demikian, menurutnya perempuan tidak perlu khawatir karena sudah ada payung hukum di ranah digital agar korban dapat melapor dan menuntut keadilan.

 

"Sekarang sudah ada kebijakan pemerintah yakni Undang-Undang yang mengatur tentang kekerasan dan pelecehan perempuan berbasis online, tentu itu bisa menjadi benteng perempuan ketika dilecehkan di media sosial," ujarnya.

 

Selengkapnya klik di sini.