JMPPK Rembang Adukan Dampak Tambang Kendeng yang Kian Parah ke Polres
NU Online ยท Jumat, 11 September 2026 | 22:00 WIB
Rembang,ย NU Online Jatengย
Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Kabupaten Rembang mendatangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Rembang, Rabu (9/9/2026).ย
Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait kerusakan lingkungan yang dinilai kian parah akibat aktivitas pertambangan, baik legal maupun ilegal, di wilayah Rembang.
Koordinator JMPPK Rembang Joko Priyanto mengatakan, dampak aktivitas pertambangan di kawasan Pegunungan Kendeng kini semakin dirasakan masyarakat. Selain polusi debu yang pekat saat musim kemarau, warga juga menghadapi penurunan debit air secara drastis.
"Debit air saat ini berkurang lebih dari 50 persen. Kami berani menyatakan hal tersebut karena kami memiliki perhitungan dan metode tersendiri untuk mengukurnya," ujar Joko saat beraudiensi di Mapolres Rembang.
Keluhan terkait krisis air juga disampaikan Sukinah, warga yang turut dalam rombongan. Menurutnya, ketersediaan air merupakan kebutuhan utama masyarakat pedesaan yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai petani.
Ia menyebut, kondisi sumber air mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya sumur bor dengan kedalaman 20 hingga 25 meter sudah menghasilkan air melimpah, kini warga harus mengebor hingga kedalaman 50 meter bahkan ratusan meter karena sumber air di kedalaman dangkal mengering.
Sukinah juga mengungkapkan kekhawatiran warga terhadap dampak kesehatan, khususnya di Desa Tegaldowo. Ia menyebut gangguan pernapasan dan penyakit paru-paru banyak dikeluhkan warga setempat.
"Penyakit paru-paru di wilayah Tegaldowo tergolong masif. Sebagian besar warga yang dirawat di rumah sakit mengeluhkan masalah pernapasan atau paru-paru," ungkapnya.
Menanggapi aduan tersebut, Kapolres Rembang AKBP Muhammad Solikhin Fery menyambut baik kedatangan sekitar 15 hingga 20 perwakilan warga Tegaldowo dan mahasiswa. Ia mengapresiasi masyarakat yang memilih menyampaikan keresahan melalui jalur dialog.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Khutbah Jumat: Beberapa Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir Setelah Kematian
3
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
4
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Jadi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Komitmen Tak Lupakan PWNU Jatim
Terkini
Lihat Semua