RMI PCNU Klaten Gandeng FKPP, Bekali Pesantren Budi Daya Mentimun untuk Kemandirian Pangan
NU Online · Jumat, 7 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Klaten, NU Online
Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kabupaten Klaten bekerja sama dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Klaten menggelar Pelatihan Budi Daya Mentimun di Pondok Pesantren Ki Ageng Selo, Desa Selogringging, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Ahad (2/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi pondok pesantren melalui sektor pertanian.
Pelatihan diikuti 25 perwakilan pondok pesantren di bawah naungan RMI PCNU Kabupaten Klaten. Kegiatan dipandu langsung oleh Ketua FKPP Kabupaten Klaten, A Ikhwan Heri Sarwoko, dengan memadukan pembelajaran teori di dalam kelas dan praktik lapangan.
Pada sesi kelas, peserta memperoleh materi mengenai teknik dasar budi daya mentimun, manajemen budidaya, hingga diskusi interaktif. Sementara pada sesi praktik, peserta diajak mengamati secara langsung proses budidaya di lahan produksi sebagai sarana belajar berbasis pengalaman.
A Ikhwan Heri Sarwoko mengatakan pelatihan tersebut merupakan langkah awal untuk mengembangkan kewirausahaan pondok pesantren melalui sektor pertanian.
"Tahap awal untuk mengembangkan kewirausahaan pondok pesantren pada bidang sektor pertanian ialah budi daya mentimun dengan tingkat pemeliharaan yang cukup mudah. Dan hanya memanfaatkan lahan kurang lebih 100 meter persegi mampu panen 500–900 kilogram per pekan dengan usia masa panen satu setengah bulan," tuturnya diberitakan NU Online Jateng.
Ia menjelaskan, ketahanan pangan dan kemandirian pesantren dapat diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya dan unit usaha yang mampu menopang kebutuhan operasional pesantren secara mandiri. Salah satu bentuknya ialah pengembangan usaha pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diperkenalkan metode budidaya menggunakan rumah plastik (greenhouse) serta tanaman buah dalam pot (tabulampot) sebagai alternatif pemanfaatan lahan yang terbatas. Menurutnya, penggunaan greenhouse dapat melindungi tanaman dari cuaca ekstrem dan serangan hama, sedangkan tabulampot memungkinkan budidaya tanaman buah dilakukan di lahan sempit.
Selain teknik budidaya, peserta mendapatkan materi pembuatan pupuk organik cair berbahan limbah dapur dan limbah produksi tempe. Pupuk tersebut dinilai mampu menjadi sumber nutrisi tanaman sekaligus ramah lingkungan.
"Pupuk organik cair dari bawang merah, bawang putih, dan sisa kedelai (limbah tempe) kaya akan unsur hara makro (N, P, K), hormon auksin, serta senyawa anti-hama alami. Fermentasi bahan ini dicampur dengan gula merah, bioaktivator seperti EM, dan air bersih memecah protein kedelai dan zat aktif bawang menjadi nutrisi siap serap yang menyuburkan tanah dan mengusir hama," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, RMI PCNU Kabupaten Klaten bersama FKPP Klaten berkomitmen memberikan pendampingan kepada pondok pesantren yang ingin mengembangkan usaha pertanian, khususnya budi daya mentimun.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya unit-unit usaha produktif di lingkungan pesantren sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi para santri.
Terpopuler
1
Nasirun, Keluarganya, dan Tarekat
2
Khutbah Jumat: 5 Dosa yang Sering Diremehkan, tetapi Berat Pertanggungjawabannya
3
Khutbah Jumat: Bahaya Hoaks dan Dosa Menyebar Informasi Palsu
4
Sejumlah Bakal Calon Ketua Umum PBNU Hadiri Peluncuran Buku Kiai Ma'ruf Amin
5
Fariz Alnizar Dilantik sebagai Rektor Unusia Periode 2026–2030
6
PBNU Pastikan Pesantren Tambakberas Siap Tampung 3.000 Lebih Peserta Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua