Jateng

Wakil Ketua PWNU Jateng Jelaskan Khidmah Sosial sebagai Tarekat Pengurus NU

NU Online  ·  Senin, 13 April 2026 | 19:00 WIB

Wakil Ketua PWNU Jateng Jelaskan Khidmah Sosial sebagai Tarekat Pengurus NU

Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad

Tegal, NU Online Jateng

Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah Prof Hasyim Muhammad menyampaikan bahwa hubungan syariat, tarekat, dan hakikat selayaknya perjalanan mencari mutiara di lautan.


Hal itu disampaikan pada Peringatan Hari Lahir Klinik Pratama NU Jatinegara dirangkai dengan pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jatinegara masa khidmat 2026–2031, Ahad (12/4/2026).


“Untuk sampai kepada Allah harus melalui tarekat. Ibarat mencari mutiara di laut, syariat itu perahu, tarekat itu lautan, dan hakikat itu mutiara. Tidak cukup hanya memiliki perahu, tetapi harus berani menyelam ke dalam lautan,” ungkapnya.


“Ada yang melalui jalan mengajar, ada yang melalui wiridan, dan ada pula yang melalui puasa. Orang NU dikenal dengan wirid panjang, puasa, dan berbagai ibadah lainnya,” lanjutnya.


Namun demikian, ia menilai aspek khidmah sosial masih perlu terus diperkuat. “Namun ada satu hal yang masih perlu dimaksimalkan, yaitu khidmah kepada masyarakat. Memberikan pelayanan kepada masyarakat juga merupakan bagian dari tarekat,” jelasnya.


Ia mengapresiasi langkah MWCNU Jatinegara yang telah membuka layanan kesehatan bagi masyarakat. “MWCNU Jatinegara sudah mulai melangkah dengan membuka klinik. Ini bukan hanya untuk warga NU, tetapi untuk masyarakat luas,” tambahnya.


Ia menilai, potensi tersebut belum sepenuhnya dimaksimalkan oleh warga NU.


“Sayangnya, tarekat bisnis ini belum maksimal dijalankan oleh warga NU. Jika NU besar tetapi kliniknya masih sedikit, berarti masih perlu ditingkatkan,” lanjutnya.


Ia pun mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan kepengurusan sebagai jalan khidmah yang solutif bagi masyarakat.


“Kita niatkan ini sebagai bagian dari tarekat, semoga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga hari kiamat, dan kita akan memanen hasilnya di akhirat nanti,” pungkasnya.


Selengkapnya klik di sini.