Mengapa mayit harus dimandikan? Karena pada dasarnya mayit tidak bisa mandi sendiri. Jawaban ini bukanlah jawaban kelakar. Tetapi jawaban dari kacamata fiqih. Karena sebenarnya memandikan mayit merupakan tuntutan bagi mereka yang masih hidup dengan alasan ketidakmampuan mayit memandikan dirinya sendiri. Demikian diterangkan dalam Tuhaftul Habib, Juz 2.<>
ููุงูุฑุฏ ุนูู ุงูุงูุชูุงุก ุจุชุบุณูู ุงูู ูุช ููุณู ูุฑุงู ุฉ ุงู ุงูู ุฎุงุทุจ ุบูุฑู ุจุฐูู ูุฃูุงูููู ุฅูู ุงุฎูุทุจ ุบูุฑู ูุนุฌุฒู ุฃู ุงูู ูุช ูุงุฐุง ุงุชู ุจู ุฎุฑูุง ููุนุงุฏุฉ ุงูุชูู ุจู ุงุฐ ุงูู ุฏุงุฑ ุนูู ูุฌูุฏู ู ู ุฌูุณ ุงูู ููู
Oleh karena itu jika seorang mayit mampu memandikan dirinya sendiri, maka gugurlah kewajiban sanak family yang masih hidup. Dan hal itu dianggap sahih. Seperti yang pernah terjadi pada karomah waliyullah Abdullah al-Manufi dan Al-Quthbus Syahir Sayyidil Ahmadil Badawi, qaddasallahu siraahuma.
Kejadian ini merupakan bukti kelebihan yang dimiliki oleh para auliyaullah yang terkenal dengan nama karomah. Demikianlah termaktub dalam Kasyifatus Saja:
ููู ุบุณู ููุณู ูุฑุงู ุฉ ููู ูู ุง ููุน ูุณูุฏ ุฃุญู ุฏ ุงูุจุฏูู ุฃู ุฏูุง ุงููู ุจู ุฏุฏู
Dan jikalau (mayit) memandikan dirinya sendiri maka dianggap cukup. Sebagaimana pernah terjadi pada karomah Sayyid Ahmad Al-Badawi amaddanallahu bimadadihi.
Akan tetapi bagi mayit yang tidak mampu mandi sendiri, maka bagi sanak keluarga yang ditinggalkan harus memandikannya, sebagaimana mengafani, meshalati dan mengkuburkannya. Hanya saja perlu difahami terlebih dahulu bahwasannya alasan memandikan mayit tidaklah sama dengan alasan mencuci piring atau pakaian yang bertujuan menghilangkan najis dan menyucikannya. Karena sesungguhnya mayit tidaklah mengandung hadats, dan mayit bukan pula barang najis.
Namun, alasan memandikan mayit lebih pada penghormatan. Sebagaimana termaktub dalam kitab Iqna' bahwa alasan bersuci itu ada tiga, untuk menghilangkan najis, menghilangkan hadats atau pun untuk penghormatan:
ูุฌู ุงูุฏูุงูุฉ ุฃู ุงูุทูุงุฑุฉ ุงู ุง ูุญุฏุซ ุงูุฎุจุซ ุงูุชูุฑู ุฉ ููุงุญุฏุซ ุนูู ุงูุฅูุงุก ููุงุชูุฑู ุฉ ูุชุนููุช ุทูุงุฑุฉ ุงูุฎุจุซ
Demikianlah keterangan tentang alasan memandikan mayit, yang tentunya harus difahami bagi semua muslim baik yang nantinya akan dimandikan maupun yang hendak mandi sendiri. Wallau a'lam (red. Ulil H)
Catatan: Naskah ini terbit pertama kali di NU Online pada Jumat, 07 Juni 2013 pukul 09:07. Redaksi mengunggahnya ulang dengan sedikit penyuntingan.
Terpopuler
1
Jalur Banda Aceh-Medan Macet Panjang, Ansor Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Silaturahmi dan Saling Memaafkan
3
Raih Lima Keutamaan Ini dengan Laksanakan Puasa Syawal
4
Prabowo Klaim Pemulihan Aceh Hampir 100 Persen, NU Aceh Tamiang: 70 Persen Warga Masih Mengungsi
5
DPR Ingatkan Mutu Pendidikan di Tengah Wacana PJJ untuk Efisiensi Energi
6
Khutbah Jumat: Berbagi Tanpa Pamer, Peduli Tanpa Sekat
Terkini
Lihat Semua