Khutbah Jumat: 8 Hal yang Dijauhi Rasulullah Mulai dari Kecemasan hingga Dililit Utang
NU Online · Kamis, 2 April 2026 | 21:00 WIB
Muhammad Faizin
Penulis
Kebahagiaan hidup sangat bergantung pada kemampuan menjaga hati, sikap, dan hubungan sosial dari hal-hal negatif yang melemahkan. Dengan senantiasa mendekat diri dan berdoa kepada Allah, melatih diri menjadi lebih kuat, disiplin, dan peduli, kita berharap dapat menjalani hidup dengan lebih tenang, penuh semangat, dan terhindar dari berbagai kesulitan yang memberatkan.
Naskah khutbah Jumat berikut ini dengan judul: “8 Hal yang Dijauhi Rasulullah, Mulai dari Cemas Hingga Dililit Utang”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat!
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ ٥ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ ٦
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Menjadi kewajiban bagi khatib pada setiap khutbah Jumatnya untuk senantiasa berwasiat takwa kepada jamaah wabil khusus kepada diri khatib pribadi. Oleh karena itu marilah pada kesempatan mulia ini, kita kuatkan komitmen kita untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Di antara wujud ketakwaan itu adalah menjaga hati dan diri kita dari berbagai penyakit yang dapat melemahkan kehidupan, seperti kegelisahan, kesedihan, kemalasan, sifat pengecut, kikir, hingga lilitan utang dan tekanan sesama manusia. Maka, marilah kita mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak doa, memohon perlindungan agar kita terhindar dari hal dan kondisi negatif yang mampu melemahkan semangat juang dalam kehidupan.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Dalam kehidupan ini, setiap kita pasti menghadapi berbagai ujian. Tidak ada satu pun di antara kita yang hidup tanpa masalah. Namun sebagai seorang Muslim yang yakin dan percaya pada takdir Allah, kita tidak dibiarkan tanpa arah. Rasulullah saw telah memberikan panduan ikhtiar dengan doa agar terhindar dari hal-hal negatif yang bisa saja datang setiap saat.
Rasulullah pernah memberikan ijazah doa kepada seorang sahabat beliau dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dalam hadits nomor 1555. Doa ini diberikan ketika pada suatu hari Rasulullah masuk ke masjid dan melihat sahabat Abu Umamah duduk di masjid dan terlihat bingung.
Rasulullah pun menyapanya: “Hai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu shalat?” Abu Umamah menjawab, “Kebingungan dan utang-utangku yang membuatku (begini), ya Rasul.” Kemudian Rasulullah kembali bertanya: “Maukah kamu jika aku ajarkan suatu bacaan yang jika kamu membacanya, Allah akan menghapuskan kebingunganmu dan memberi kemampuan melunasi utang?”
Umamah menjawab, “Tentu, ya Rasul.” Beliau melanjutkan, “Jika memasuki waktu pagi dan sore hari, maka bacalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan utang dan penindasan manusia.”
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Dalam doa ini, disebutkan delapan sikap negatif yang sebaiknya kita hindari agar hidup kita tetap optimis dan bahagia. Pertama, sikap yang harus dijauhi adalah kegelisahan (al-hamm).
Kegelisahan merupakan penyakit hati yang kerap muncul di zaman modern ini. Kita sering cemas memikirkan masa depan atau khawatir tentang hal-hal yang belum tentu terjadi. Akibatnya, ketenangan hati hilang, dan kita sulit menikmati setiap momen hidup.
Kedua, kesedihan yang berlarut-larut (al-huzn). Kesedihan yang berlarut-larut karena masa lalu bisa membuat kita terpuruk. Kita terus terjebak dalam kenangan dan gagal melangkah ke depan.
Ketiga, kelemahan (al-‘ajz). Kelemahan ini bukan hanya lemah fisik, tetapi juga lemah mental. Tidak berani menghadapi tantangan, mudah menyerah sebelum berjuang.
Keempat, kemalasan (al-kasal). Inilah musuh besar dari kesuksesan. Banyak orang punya potensi besar, tetapi gagal karena malas bergerak, malas berusaha, dan malas berubah.
Kelima, pengecut (al-jubn). Sifat ini membuat kita takut mengambil keputusan, takut mencoba, bahkan takut membela kebenaran. Keenam, kikir (al-bukhl). Kikir bukan hanya soal harta, tetapi juga enggan berbagi kebaikan. Padahal, semakin kita memberi, semakin Allah melapangkan hidup kita.
Ketujuh, lilitan utang (ghalabat ad-dayn). Utang yang menumpuk bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga beban mental yang berat, bahkan bisa merusak kehormatan kita. Dan kedelapan, penindasan manusia (qahr ar-rijal). Tekanan, kezaliman, atau perlakuan tidak adil dari orang lain dapat membuat hidup terasa sempit dan penuh penderitaan.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Lalu, bagaimana agar kita benar-benar terhindar dari kondisi negatif ini? Sebagai umat Rasulullah, kita tentu harus terus berdoa mendekatkan diri kepada Allah. Kita bisa mengamalkan doa yang telah dicontohkan ini sebagai wirid harian, terutama di pagi dan petang. Selain itu mari kita latih untuk senantiasa berpikir positif dan tawakal. Jangan biarkan kegelisahan menguasai diri. Kita harus menyadari bahwa apa yang Allah takdirkan pasti yang terbaik.
Hidup yang tenang bukan berarti tanpa masalah, tetapi ketika kita memiliki hati yang kuat dalam menghadapi masalah. Dan kekuatan itu lahir dari kedekatan kita kepada Allah. Yakinlah, Allah tidak memberikan beban kecuali kita bisa menanggungnya. Allah berfirman:
وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۖ وَلَدَيْنَا كِتٰبٌ يَّنْطِقُ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ ٦٢
Artinya: “Kami tidak membebani seorang pun, kecuali menurut kesanggupannya. Pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya dan mereka tidak dizalimi.” (QS Al-Mu'minun: 62)
Semoga Allah menjauhkan kita dari kegelisahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, pengecut, kikir, lilitan utang, dan penindasan manusia. Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang kuat, sabar, dan penuh keberkahan dalam menjalani kehidupan. Amin ya rabbal ‘alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ، اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَ كَفَرَ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَاِئِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً۰ اَمَّابَعْدُ، فَيَاعِبَادَ ﷲ اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرٍ.
إِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، وَأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ مِنْ جِنِّهِ وَإِنْسِهِ، فَقَالَ قَوْلًا كَرِيْمًا: اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِىِّ، يٰۤـاَيُّهَا الَّذِينَ اٰمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيمًا.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأْهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ وَحِّدْ صُفُوْفَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَارْزُقْنَا وَإِيَّاهُمْ زِيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإِيْمَانِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ. اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
------
H. Muhammad Faizin, Ketua PCNU Pringsewu, Lampung
Terpopuler
1
Gus Yahya Sampaikan Pesan KH Nurul Huda Djazuli agar Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo
2
Meski Sudah Gabung BoP, Pasukan Perdamaian TNI Tewas Ditembak Israel di Lebanon
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama April 2026
4
Gus Dur, Iran, dan Anti-Impersialisme
5
Temui Dubes AS, Gus Yahya Serukan Dialog AS-Iran Demi Hentikan Perang di Timur Tengah
6
Di Manakah Jutaan Orang Arab dalam Perang Iran Vs Israel dan AS?
Terkini
Lihat Semua