Khutbah

Khutbah Jumat: Cara Memperingati Maulid Nabi

NU Online  ยท  Jumat, 15 Oktober 2021 | 00:00 WIB

Khutbah Jumat: Cara Memperingati Maulid Nabi

Khutbah Jumat: Cara Memperingati Maulid Nabi

Naskah khutbah Jumat kali ini menjelaskan tentang bagaimana mewujudkan kegembiraan kita akan kedatangan Rasulullah saw sebagai pertanda kita mencintainya. Biasanya orang yang cinta akan selalu berharap berjumpa dengan yang dicinta. Ada beberapa rambu-rambu yang dapat digunakan sebagai alat penimbang kecintaan kita kepada Rasulullah saw. Simak Khutbah Jumat ini!

ย 

ย 

Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul "Khutbah Jumat: Cara Memperingati Maulid Nabi". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop). Semoga bermanfaat! (Redaksi).



Khutbah I


ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ู‡ู ุงูŽู„ุฐููŠ ุจูŽุนูŽุซูŽ ุฑูŽุณูู€ูˆู’ู„ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูุชูŽุชู’ู…ู€ููŠู’ู…ู ู…ูŽูƒูŽุงุฑูู…ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽุฎู’ู€ู„ุงูŽู‚ู. ุงูŽุดู’ู€ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ู’ ู„ุข ุงูู„ู‡ูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽุดูŽู€ุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ุงูŽู„ู’ู…ูŽู„ููƒู ุงู„ู’ุฎูŽู„ุงู‘ูŽู‚ู, ูˆูŽุงูŽุดู’ู€ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ู‘ูŽ ุณูŽู€ูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณูู€ูˆู’ู„ูู‡ู ุดูŽู€ู‡ูŽุงุฏูŽุฉู‹ ุชูู†ู’ุฌูู‰ ู‚ูŽุงุฆูู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุชู‘ูŽู„ุงูŽู‚ู. ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู€ู„ู‘ู ูˆูŽุณูŽู€ู„ู‘ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ูˆูŽู…ูŽูˆู’ู„ุงูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุณูŽูŠู‘ูุฏู ุงู„ู’ุนูŽุฑูŽุจู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุฌูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู’ู„ุฅูุทู’ู„ุงูŽู‚ู, ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽู€ุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุขู…ูŽู†ูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽุงูŽุญูŽู€ุจู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงุดู’ู€ุชูŽุงู‚ู’. ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู: ุฃููˆู’ุตููŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงููŠู‘ูŽุงูŠูŽ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ููŽู„ูŽู‚ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุชู‘ูŽู„ุงูŽู‚ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰:ย  ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ูู‘ูˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ุŒ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ุงูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุกูŽุงู…ูŽู†ููˆู’ุง ุตูŽู„ูู‘ูˆู’ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ููˆู’ุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุงย 


Hadirin Jamaโ€™ah Jumat Rahimakumullahโ€ฆ
Alhamdulillah pada kesempatan Jumโ€™ah yang mulia ini, kita masih senantiasa diberikan rahmat hidayah serta inayah oleh Allah swt sehingga kita diberikan kemudahan untuk mengungkapkan rasa syukur dengan melaksanakan rangkaian ibadah shalat Jumat di masjid ini dalam keadaan sehat wal โ€˜afiat.


Sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah swt, marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt dengan sebenar-benar keimanan dan sebaik-baik ketakwaan. Minimal dengan jalan imtitsalu awamirillah wajtinabu nawahi yaitu menjalankan apapun yang diperintahkan oleh Allah swt dan berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menjauhi apapun yang dilarang-Nya, sebab dengan jalan takwa inilah Allah menjanjikan kemuliaan bagi hamba-hambaNya sebagaimana termaktub dalam al-Qurโ€™an:


ุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ูŽูƒูู…ู’ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุชู’ู‚ูŽุงูƒูู…ู’


Artinya: Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. (QS. Al-Hujurat: 13)

ย 
Hadirin Jamaโ€™ah Jumat Rahimakumullahโ€ฆ
Saat ini kita berada di bulan Rabiโ€™ul Awwal, bulan di mana manusia termulia akhlaknya dilahirkan, yaitu Rasulullah saw. Maka sebagai ummatnya, wajib kiranya kita mengungkapkan syukur yang tak terhingga sebab kelahiran baginda Rasulullah SAW adalah termasuk nikmat yang agung.


Dalam buku berjudul Cahaya karya al Imam al Habib Abu Bakar bin Hasan Al Athas Azzabidi, disebutkan pernah terjadi dialog antara Allah taโ€™ala dengan Nabiyullah Daud Alaihissalam. Nabi Daud bertanya kepada Allah taโ€™ala: โ€œYa Allah, nikmat apakah yang kecil di sisi-Mu?โ€. Allah taโ€™ala menjawab, โ€œNapas yang kamu hirup sehari-hari adalah nikmat yang kecil di sisi-Kuโ€. (Bayangkan, napas yang kita hirup sehari-hari, yang menjadi oksigen bagi kita, bagi Allah taโ€™ala adalah nikmat terkecil.) โ€œLalu nikmat apakah yang paling terbesar di sisi-Mu?โ€ Tanya Nabi Daud lagi. โ€œDiciptakannya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallamโ€ jawab Allah taโ€™ala.


Tak heran, jika dalam hadist Qudsi dikatakan:


ู„ูŽูˆู’ู„ูŽุงูƒูŽ ู„ูŽูˆู’ู„ูŽุงูƒูŽ ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ุฏ ู„ู…ุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽ ุงู„ุฃูŽูู’ู„ูŽุงูƒ
ย 

Artinya: โ€œJika bukan karena engkau wahai Muhammad, tidak akan aku ciptakan alam semesta iniโ€.

saw


Hadirin Jamaโ€™ah Jumat Rahimakumullahโ€ฆ
Diantara cara mensyukuri atas hadirnya Rasulullah SAW di muka bumi ini, sebagaimana termaktub dalam al-Qurโ€™an adalah dengan cara bergembira. Allah taโ€™ala berfirman: ย 
ย 

ู‚ูู„ู’ ุจูููŽุถู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูู‡ู ููŽุจูุฐูŽูฐู„ููƒูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽูู’ุฑูŽุญููˆุง ู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู…ู‘ูŽุง ูŠูŽุฌู’ู…ูŽุนููˆู†ูŽ
ย 

Artinya: "Katakanlah dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari pada apa yang mereka kumpulkan". (Yunus: 58)


Lalu apakah yang dimaksud dengan rahmat dalam ayat ini? Apakah bentuk rahmat itu? Abdullah Ibnu Abbas menfasirkan ayat tersebut dengan cukup jelas:


ูˆุฃุญุฑุฌ ุฃุจูˆ ุงู„ุดูŠุฎ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ูู‰ ุงู„ุฃูŠุฉ ู‚ุงู„: ูุถู„ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนู„ู… ูˆุฑุญู…ุชู‡ ู…ุญู…ุฏ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ (ูˆู…ุง ุฃุฑุณู„ู†ูƒ ุฅู„ุง ุฑุญู…ุฉ ู„ู„ุนุงู„ู…ูŠู†) ย 


Bahwa yang dimaksudkan dengan karunia Allah swt sekaligus ilmu dan rahmat-Nya adalah Nabi Muahammad saw. Allah swt telah berfirman (Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam) (al-Anbiya: 107)


Maka menjadi jelas bahwa Rasulullah saw memang diciptakan oleh Allah sebagai rahmat bagi alam jagad raya. Maka kalimat selanjutnya dalam Surat Yunus di atas yang berbunyi โ€˜hendaklah mereka bergembiraโ€™ secara otomatis memerintahkan kepada umat muslim menyambut gembira atas rahmat tersebut.


Demikian pentingnya merasa bergembira menyambut kelahiran Rasulullah saw sehingga Imam Imam al-Suyuthy (849-910 H/ 1445-1505 M) dalam Husnul Maqshad fi Amalil Maulidย  memberikan petunjuk cara merayakan maulid nabi yang benar:


ุฃู†ูŽู‘ ุฃุตู’ู„ูŽ ุนูŽู…ูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ู„ุฏู ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ู‡ููˆูŽ ุงูุฌู’ุชูู…ูŽุงุนู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูˆูŽู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู ู…ูŽุง ุชูŽูŠูŽุณูŽู‘ุฑูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู. ูˆูŽุฑููˆุงูŽูŠูŽุฉู ุงู„ุฃุฎู’ุจูŽุงุฑู ุงู„ูˆูŽุงุฑูุฏูŽุฉ ููู‰ ู…ูŽุจู’ุฏูŽุกู ุฃู…ู’ุฑู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ููู‰ ู…ูŽูˆู’ู„ูุฏูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุขูŠูŽุงุชู ุซูู…ูŽู‘ ูŠูŽู…ูุฏูู‘ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุณูู…ูŽุงุทูŒ ูŠูŽุฃูƒูู„ููˆู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽูŠูŽู†ู’ุตูŽุฑููููˆู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฒููŠูŽุงุฏูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุจูุฏูŽุนู ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู ุงู„ูŽู‘ุชูู‰ ูŠูุซูŽุงุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุตูŽุงุญูุจูู‡ูŽุง ู„ูู…ูŽุง ูููŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุชูŽุนู’ุธููŠู’ู…ู ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽุงูุธู’ู‡ูŽุงุฑู ุงู„ู’ููŽุฑูŽุญู ูˆูŽุงู„ุงูุณู’ุชูุจู’ุดูŽุงุฑู ุจูู…ูŽูˆู’ู„ูุฏูู‡ู ุงู„ุดูŽู‘ุฑููŠู’ูู.
ย 

Artinya: "Bahwa asal perayaan Maulid Nabi Muhammad, yaitu manusia berkumpul, membaca al-Qurโ€™an dan kisah-kisah teladan kemudian menghidangkan makanan yang dinikmati bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk bidโ€™ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi, menampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad yang mulia". (Al-Hawy Lil Fatawa, Juz I, h. 189-197 ) ย 


Hal pertama yang harus ada dalam perayaan, sebagai bukti kegembiraan umat muslim atas kelahiran Rasulullah adalah membaca al-Qurโ€™an karena al-Qurโ€™an adalah mukjizat Rasulullah saw sekaligus pedoman hidup bagi umat Islam.


Hal kedua yang tidak boleh terlewatkan adalah bercerita tentang kisah Rasulullah saw yang penuh keteladanan. Teladan bagi pemuda, bagi pedagang, bagi seorang suami, bagi seorang pemimpin dan juga bagi segenap umatnya.


Dan hal ketiga adalah mensedekahkan makanan untuk dinikmati bersama-sama dengan niatan membahagiakan mereka yang hadir pada majelis maulid.


Hadirin Jamaโ€™ah Jumat Rahimakumullahโ€ฆ
Rasa gembira akan kedatangan Rasulullah saw merupakanpertanda kita mencintainya. Biasanya orang yang cinta akan selalu berharap berjumpa dengan yang dicinta. Ada beberapa rambu-rambu yang dapat digunakan sebagai alat penimbang kecintaan kita kepada Rasulullah saw.


Pertama, siapa yang cinta Rasulullah saw dia pastilah orang yang taat kepada Rasulullah saw. artinya orang itu pasti akan menjalankan segala peraturan syariatnya.


ย ูู…ู† ุฃุญุจ ุฃู† ูŠู†ุงู„ ุฑุคูŠุฉ ุงู„ู†ุจูŠ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ูู„ูŠุญุจู‡ ุญุจุง ุดุฏูŠุฏุง ูˆุนู„ุงู…ุฉ ุงู„ุญุจ ุงู„ุฅุทุงุนุฉ ูู‰ ุณู†ุชู‡ ุงู„ุณู†ูŠุฉ


Artinya: "Barang siapa menginginkan dapat melihat Rasulullah saw, hendaklah ia mencintai beliau dengan kecintaan yang menggebu. Adapun tanda cinta kepada beliau adalah adalah mengikuti sunnahnya yang mulia."


Kedua, tanda para pecinta Rasulullah saw adalah seringnya membaca shalawat. Sebuah hadits Aisyah ra. menerangkan hal ini:


ู…ู† ุฃุญุจ ุงู„ู†ุจูŠ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุฃูƒุซุฑ ู…ู† ุงู„ุตู„ุงุฉ ุนู„ูŠู‡ ูˆุซู…ุฑุชู‡ ุงู„ูˆุตูˆู„ ุงู„ู‰ ุดูุงุนุชู‡ ูˆุตุญุจุชู‡ ูู‰ ุงู„ุฌู†ุฉ


Artinya: "Barang siapa mencintai Rasulullah saw maka ia akan memperbanyak baca shalawat kepadanya. Adapun buahnya adalah memperoleh syafaโ€™at beliau dan menyertainya di surga."


Tanda ketiga, adalah barang siapa yang mencintai Rasulullah saw pasti ia akan memperbanyak mengingat beliau. Mengingat berbagai kisah hidupnya, mengingat kepahlawanannya dan mengingat kebijaksanaannya.ย  Dan tidak lupa meneladaninya


ย ู…ู† ุฃุญุจ ุดูŠุฆุง ุฃูƒุซุฑ ู…ู† ุฐูƒุฑู‡


Artinya: "Barang siapa mencintai sesuatu pastilah ia akan banyak menyebutnya."
ย 

Hadirin Jamaโ€™ah Jumat Rahimakumullahโ€ฆ


Inilah saatnya kita membuktikan cinta kita kepada Rasulullah saw dengan meneladani beliau sebagai penolong yang lemah. Yang selalu mendahulukan kepentingan orang lain (umatnya) dari pada kepentingan pribadi atau golongan. Marilah kita jadikan kehadiran Rasulullah di bulan maulid ini sebagai rahmat bagi kita semua. Rahmat karena kita memiliki peluang untuk membuktikan cinta kita dengan bersedekah dan beramal saleh kepada yang membutuhkan. Dan bantuan itu benar-benar merupakan rahmat bagi mereka yang membutuhkan.ย ย ย ย ย ย ย ย ย  ย 


ุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ููŠู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูููŠู’ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ู ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ููŠ ูˆูŽุฅูŠูŽู‘ุงูƒูู…ู’ ูุจู…ูŽุง ูููŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุขูŠุงูŽุชู ูˆูŽุงู„ุฐูƒู’ุฑ ูุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู’ู…ู ูˆูŽุชูŽู‚ูŽุจูŽู‘ู„ูŽ ู…ูู†ูู‘ูŠ ูˆูŽู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุชูู„ุงูŽูˆูŽุชูŽู‡ู ุฅู†ูŽู‘ู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ููŠู’ุนู ุงู’ู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู
ย 

Khutbah II

ย 

ย ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉูŽ ู„ููŠูŽุจู’ู„ููˆูŽูƒูู…ู’ ุฃูŽูŠู‘ููƒูู…ู’ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ุนูŽู…ูŽู„ู‹ุง ุŒ ูˆุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃู†ู’ ู„ุง ุฅู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุง ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆุฃุดู‡ุฏู ุฃู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนุจู’ุฏูู‡ ูˆุฑูŽุณููˆู„ูู‡ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ย ุณูŽูŠู‘ูุฏู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏ ู…ูŽู†ู’ ุงูŽุซู’ู†ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูุฎูู„ูู‚ู ุญูŽุณูŽู†ุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู† .ููŽูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุฃููˆู’ุตููŠู’ู†ููŠู’ ู†ูŽูู’ุณููŠู’ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู. ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ุงู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููˆู’ู†ูŽ .ูŠูŽุงุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏูุ› ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ :ย  ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ูู‘ูˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ุŒ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ุงูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุกูŽุงู…ูŽู†ููˆู’ุง ุตูŽู„ูู‘ูˆู’ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ููˆู’ุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ูƒูุซูŠู’ุฑู‹ุง

ย 


ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ุงูŽู„ุงูŽุญู’ูŠุขุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงุชูุŒ. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุงู’ู„ุจูŽู„ุงูŽุกูŽ ูˆูŽุงู’ู„ูˆูŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูŽู„ุงูŽุฒูู„ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ูˆูŽุณููˆู’ุกูŽ ุงู’ู„ููุชูŽู†ูุŒ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽุŒ ุนูŽู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ุงูู†ู’ุฏููˆู†ููŠู’ุณููŠู‘ูŽุง ุฎูŽุขุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุณูŽุงุฆูุฑู ุงู’ู„ุจูู„ู’ุฏูŽุงู†ู ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนุขู…ู‘ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ุงูŽ ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู’ู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุธูŽู„ูŽู…ู’ู†ูŽุง ุงูŽู†ู’ููุณูŽู†ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู’ู†ูŽู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุฎูŽุงุณูุฑููŠู’ู†ูŽ


ุนูุจูŽุงุฏูŽุงู„ู„ู‡ู ! ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑููƒูู…ู’ ุจูุงู’ู„ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชุขุกู ุฐููŠ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุจู‰ูŽ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ููŽุญู’ุดุขุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู’ู„ุจูŽุบู’ูŠู ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆู’ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ู†ูุนูŽู…ูู‡ู ูŠูŽุฒูุฏู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู’



Burhan Ali Setiawan, Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama PCNU Kota Semarang


Baca naskah khutbah lainnya: