Khutbah Jumat: Merawat Kemerdekaan
Teks Khutbah Jumat kali ini mengulas tentang hari kemerdekaan. Khutbah Jumat menjadi momen penting untuk senantiasa mengingatkan masyarakat Muslim tentang pentingnya memelihara kemerdekaan.
Kumpulan artikel kategori Khutbah
Teks Khutbah Jumat kali ini mengulas tentang hari kemerdekaan. Khutbah Jumat menjadi momen penting untuk senantiasa mengingatkan masyarakat Muslim tentang pentingnya memelihara kemerdekaan.
Berikut ini adalah teks khutbah Jumat singkat tentang hal-hal yang membuat doa tidak dikabulkan. Teks khutbah Jumat menjelaskan bahwa di antara sebab doa tidak dikabulkan adalah tak henti-hentinya menzalimi orang lain.
Khutbah menjelang tahun baru kali ini membahas tentang pentingnya bermuhasabah atau introspeksi diri. Akhir tahun dan tahun baru adalah momen tepat untuk mengoreksi perbuatan-perbuatan yang telah lewat untuk dibenahi di masa depan.
Ada beberapa oleh-oleh yang biasanya dihadiahkan para jamaah haji dan umrah kepada para tamu sesampainya mereka di tanah air.
Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki dalam kitab Mafahim Yajib an Tushahhah halaman 317 menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ merupakan kegiatan yang efektif untuk berdakwah kepada Allah ﷻ.
Di tengah situasi pandemi saat ini kita harus memiliki hubungan sosial yang baik dengan keluarga, saudara, tetangga maupun karib kerabat lainnya. Sebagai makhluk sosial, manusia harus hidup bermasyarakat dengan saling memberi manfaat antara satu dengan lainnya. Jika tidak, maka kita akan ditimpa kehinaan dan keresahan dimana pun kita berada.
Semua ibadah yang disyariatkan Allah bertujuan untuk menanamkan keutamaan, kebaikan, akhlak mulia, dan mengikis sifat kezaliman dan kerusakan. Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar.
Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Ibrahim ini. Di antaranya adalah pertama, menyampaikan kebenaran walaupun itu tidak enak. Kedua, sabar dan tak berputus asa dari rahmat Tuhan. Ketiga, anak dan semua yang ada adalah titipan, jangan pernah merasa bahwa itu adalah milik kita secara mutlak dan hakikat.
Ajaran menjunjung tinggi kemanusiaan dalam agama Ibrahim pada masa itu benar-benar sangat langka mengingat ada banyak kepercayaan suku yang melakukan persembahan kepada “tuhannya” atau qurbân dengan menggunakan darah manusia
Kita hadirkan dalam hati bahwa pada saat kita membantu orang-orang yang membutuhkan atau mendoakan mereka, pada hakikatnya kita sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri.
Pada hari Jumat ini, berarti kita berada pada hari ketiga Dzulhijjah. Pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, kita sangat dianjurkan untuk melakukan dan memperbanyak amal-amal kebaikan. Amal-amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya, dilipatgandakan pahalanya oleh Allah ta’ala.
Dalam bulan Dzulhijjah saat ini, wujud syukur dan pendekatan diri kepada Allah melalui berbagi rezeki dapat diwujudkan dalam ibadah kurban. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda sampai dengan saat ini, berkurban bisa benar-benar sangat besar manfaatnya bagi yang menerima. Bagi yang sulit dalam mencari kebutuhan pangan, kurban bisa menjadi solusi meringankan kebutuhan hidup.