Khutbah Jumat: Melepas Kepergian Ramadhan
Para ulama mengatakan bahwa salah satu tanda diterimanya amal kebaikan seseorang adalah melakukan amal kebaikan setelahnya.
Kumpulan artikel kategori Khutbah
Para ulama mengatakan bahwa salah satu tanda diterimanya amal kebaikan seseorang adalah melakukan amal kebaikan setelahnya.
Di tengah pandemi ini, kita harus optimis bahwa kita bisa beradaptasi dengan keadaan secepat-cepatnya. Kita berharap, ke depan, keadaan menjadi semakin membaik: pintu-pintu masjid kembali terbuka sebagaimana sedia kala, kita bisa berkumpul bersama, mengaji bersama, menjalankan sistem kontrol sosial bersama-sama melalui pintu-pintu masjid di sekitar kita.
Musim pandemi janganlah menghalangi kita untuk bersilaturahim. Karena silaturahim bisa dilakukan dengan berbagai cara. Jika tidak memungkinkan dengan bertemu fisik, maka bisa diganti dengan pertemuan secara daring.
Ramadhan dan kesulitan karena wabah ini insyaallah membersihkan kita dari kotoran-kotoran akhlak tercela maka jagalah kesucian ini.
Kita berdoa semoga ketaatan kita kepada semua pihak tersebut termasuk yang terkait dengan kebijakan karantina atau social distancing untuk menghindari bahaya virus Corona akan dibalas oleh Allah dengan segera dilenyapkan-Nya wabah ini dari muka bumi ini.
Betapa banyak orang yang ingin menyambut kedatangannya, tapi jatah hidupnya telah habis. Betapa banyak orang yang berharap untuk bertemu dengannya dan memperoleh barokahnya, tapi ajal memutus harapannya. Kita bersyukur, Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan hari-hari terakhir Ramadhan kali ini. Semoga kita diberi kekuatan untuk memanfaatkannya sebaik mungkin dan mengisinya dengan berbagai ketaatan.
Naskah khutbah ini menjelaskan, ibarat sebuah madrasah, Ramadhan adalah tempat bagi kita untuk mendidik dan menempa diri.
Sebanyak apa pun urusan dunia kita, janganlah hal itu melalaikan kita dari urusan akhirat. Sesibuk apa pun kita, janganlah hal itu menghalangi kita dari mengumpulkan bekal untuk kebahagiaan abadi di akhirat.
Situasi saat ini memang berbeda tidak seperti biasanya. Keadaan di sekitar kita pada Ramadlan tahun ini mungkin tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi perekonomian sebagian besar masyarakat pada Ramadlan tahun ini mengalami penurunan dan terus melemah. Situasi dan kondisi memang berubah. Tapi hati kita tidak boleh berubah.
Dan sangat penting untuk kita yakini bahwa harta kita sejatinya tidak akan berkurang dengan sebab sedekah. Justru sedekah akan menjadikan harta kita berlimpah berkah.
Kita tanamkan dalam hati bahwa seandainya seluruh manusia dan jin bersatu untuk membuat kita celaka, maka mereka tidak akan mampu mencelakai kita kecuali jika Allah menghendaki hal itu.
Pada saat ini negeri kita berhadapan dengan wabah virus Corona (Covid-19). Wabah yang bermula dari Wuhan, China tersebut meluas ke seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa penyebaran virus Corona sebagai pandemi global. Selanjutnya pemerintah Indonesia melalui Presiden Jokowi juga telah menetapkan virus Corona sebagai bencana nasional.