Khutbah Jumat: 4 Hal yang Dipertanggungjawabkan di Hari Kiamat
Dalam kesempatan khutbah di awal tahun kali ini, khatib akan mengajak kita semua untuk bermuhasabah dan merenungkan sabda Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Kumpulan artikel kategori Khutbah
Dalam kesempatan khutbah di awal tahun kali ini, khatib akan mengajak kita semua untuk bermuhasabah dan merenungkan sabda Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
manusia juga harus bermuhasabah (introspeksi), apakah musibah yang ia terima merupakan bentuk ujian, peringatan, atau yang lain. Sehingga, manusia lebih berhati-hati dalam menjaga amanah alam ini.
Bergaul adalah baik dan dianjurkan, tetapi dalam pergaulan harus dihindari hal-hal yang tak ada gunanya dan apalagi mendatangkan madharat, seperti ghibah atau menggunjing. Mencampuri urusan orang lain yang jelas-jelas bukan kewenangan kita juga termasuk hal-hal yang semestinya dihindari sebab tidak jarang menimbulkan ketidak senangan dari pihak yang merasa dilangkahi atau dicampuri urusannya.
Banyak sekali amal duniawi kita yang seakan-akan merupakan amal dunia semata, seperti makan dan minum, berkerja dan beraktifitas sehari hari yang seakan-akan merupakan amalan duniawi namun menjadi amalan ukhrawi dengan niat yang baik, niat melakukan sesuatu perbuatan karena Allah.
Dalam kesempatan ini, kita akan membahas enam sifat yang dibenci oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Marilah kita berintrospeksi dan bermuhasabah, apakah hati kita sudah bersih dan terhindar dari enam sifat tersebut, ataukah sebaliknya, justru enam sifat yang dibenci oleh Allah subhanahu wa ta’ala tersebut tertanam kuat dan bercokol di hati kita.
Khutbah Gerhana Matahari berikut berjudul "Semesta Raya dan Keagungan Allah SWT"
Ibunda Nabi Isa, yaitu Sayyidah Maryam ‘alaihassalam adalah wanita paling mulia di dunia. Allah subhanahu wata’ala menyifatinya dalam Al-Qur’an dengan gelar ash-shiddîqah.
Yang dimaksud dengan taubat nasuha adalah taubat yang dijalankan dengan semaksimal mungkin, artinya tidak setengah-setengah, atau tidak sekadar main-main. Artinya hari ini kita bertaubat, esok kita berdosa lagi, esoknya bertaubat lagi, dan seterusnya.
Kita sama sekali tidak setuju terhadap aksi teror, kekerasan, kekejaman, dan kebiadaban di mana pun, oleh siapa pun, dan atas nama apa pun. Sebab semua aksi itu hanya akan menyebabkan korban sia-sia dan merusak peradaban yang sudah ada.
Delapan perkara yang tak pernah merasa puas dengan delapan perkara. Mata tak pernah puas dari memandang, bumi dari siraman hujan, wanita dari laki-laki, seorang alim dari ilmu, orang yang suka bertanya dari masalah, orang yang tamak dari menghimpun harta, lautan dari air, dan api dari kayu bakar.
Apalah artinya rezeki yang halal, jika tidak menyelamatkan diri kita, di dunia dan akhirat! Apalah artinya rezeki yang halal, jika tidak mampu membawa manfaat! Sungguh, sebaik-baik diri seorang hamba adalah yang paling bermanfaat buat manusia lainnya!
“Sesungguhnya Rasulullah ﷺ memperhatikan keterkaitan antara sejarah besar di masa lampau dengan persoalan-persoalan keagamaan. Jika telah datang masa itu, maka hal tersebut menjadi kesempatan untuk mengingatnya dan mengagungkan harinya. Rasulullah ﷺ sendiri yang mendasari prinsip ini.