Di Balik Makna Insyaallah yang Sering Disalahpahami
Kata “insyaallah” begitu populer bagi masyarakat Muslim di Tanah Air. Seperti biasa, kata ini sering diterima dan dipakai begitu saja tanpa menyesuaikan makna dan penggunaan yang seharusnya.
Kumpulan artikel kategori Khutbah
Kata “insyaallah” begitu populer bagi masyarakat Muslim di Tanah Air. Seperti biasa, kata ini sering diterima dan dipakai begitu saja tanpa menyesuaikan makna dan penggunaan yang seharusnya.
Amal kebaikan baik kepada alam sekitar maupun kepada orang lain dalam keseharian menjadi bukti bahwa takwa tak hanya menempel di ucapan dan pikiran, tapi juga membatin dalam hati dan jiwa seseorang.
Diriwayatkan dari sebagian sahabat,“Barangsiapa yang belum bisa melakukan delapan hal, maka sebaiknya ia melaksanakan delapan hal yang lain untuk menambal, memenuhi kekurangannya tersebut.
Hal yang bisa ditarik dari keterangan di atas bahwa orientasi kehidupan yang lebih tinggi, yang lebih mendapat ridla Allah adalah yang lebih menitikberatkan segi-segi kualitatif hidup, bukan segi-segi kuantitatifnya. Kekayaan dan anak keturunan seberapa pun banyak dan hebatnya tetap tak akan mengungguli iman dan amal saleh.
Allah menjadikan matahari sebagai tanda dan cahaya-Nya agar kamu semua dapat beraktivitas mencari nafkah di siang hari. Demikianlah matahari sejak dulu selalu begitu. Dan hari ini telah terjadi gerhana matahari. Fenomena ini tidak terjadi kecuali sebagai peringatan agar kamu berbuat baik, mengambil pelajaran, merenung, berpikir, dan takut siksa-Nya
Peristiwa gerhana matahari total ini merupakan momentum tepat bagi kita semua untuk merenungkan dahsyatnya kekuasaan Penguasa Alam Raya ini. Ini juga momentum seorang hamba untuk mengagungkan Tuhannya, meningkatkan kualitas penghambaan, dan membantu sesama.
Ketiga hal di atas berhubungan saling terkait antara satu dengan yang lain. Meski terklasifikasi masing-masing tiga sikap, namun sejatinya semua bermuara pada pilihan apakah kita memosisikan Allah sebagai tempat bergantung dan muara tujuan, ataukah selain-Nya, termasuk orang lain, kekayaan, dan ego diri sendiri.
Penilaian bahwa zuhud adalah sumber kemiskinan dan keterbelakangan sesungguhnya terletak pada cara memaknai istilah zuhud itu sendiri. Zuhud dalam pengertian yang sebenarnya adalah bukan anjuran untuk lepas dari aktivitas duniawi karena zuhud memang berurusan dengan hati.
Rasulullah sejak awal telah mengajarkan kita untuk menjunjung tinggi perdamaian. Hal itu sejatinya sudah tercermin dari kata “islam” yang berakar kata “salâm”. Salam bermakna keselamatan, perdamaian, kesejahteraan. Bahkan salah satu dari 99 nama indah Allah (asmâul husna) adalah As-Salâm yang berarti (mahamemberi kedamaian/keselamatan).
Tradisi tabayyun merupakan tradisi ajaran Islam yang dapat menjadi solusi dari zaman ke zaman. Terutama bagi informasi-informasi yang berpotensial memunculkan konflik dalam masyarakat.
Bertambahnya sesuatu juga belum tentu membawa kebaikan jika tidak mendekatkan diri kepada Allah. Orang yang tambah umurnya belum tentu lebih berkah, orang yang tampak rezekinya juga belum tentu tambah berkah.
Rasanya begitu malu jika kita masih meminta-minta kepada Allah, padahal sudah begitu banyak yang Ia curahkan. Kita terlalu banyak meminta tapi sedikit sekali bersyukur. Seharusnya kita banyak bersyukur tapi juga banyak meminta, karena Allah justru akan marah jika kita tidak meminta kepada-Nya.