13 Korban Longsor Sampah TPST Bantargebang Bekasi Ditemukan, Operasi SAR Ditutup
NU Online · Selasa, 10 Maret 2026 | 11:30 WIB
Proses evakuasi korban meninggal dunia akibat longsor sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). (Foto: NU Online/Jannah)
Rikhul Jannah
Kontributor
Bekasi, NU Online
Seluruh korban longsor gunungan sampah di Zona IV Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat telah ditemukan. Korban terakhir yang ditemukan pada Selasa (10/3) dini hari yakni Riki Supriadi alias Buyung, sopir truk, dalam kondisi meninggal dunia.
Total korban dalam peristiwa tersebut adalah 13 orang, dengan rincian tujuh orang meninggal dunia dan enam orang selamat. Korban meninggal dunia yakni Enda Widayanti dan Sumine yang merupakan pemilik warung di sekitar lokasi. Selain itu, Dedi Sutrisno, Irwan Supriatin, Hardianto, dan Riki Supriadi yang berprofesi sebagai sopir truk, serta Jussova Situmorang merupakan warga setempat.
Sementara korban selamat adalah Budiman, Johan, Safifudin, dan Slamet yang juga merupakan sopir truk, serta Ato dan Dofir merupakan warga setempat.
Dengan ditemukannya seluruh korban, Kantor SAR Jakarta resmi menutup proses operasi SAR longsor sampah di TPST Bantargebang.
Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan bahwa operasi ditutup pada Selasa, 10 Maret 2026 pukul 00.34 WIB. Sebelumnya, pihak SAR terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian terkait ada tidaknya laporan dari warga.
“Ternyata sampai malam nihil, tidak ada lagi, sehingga operasi SAR resmi kami hentikan. Dari 13 korban longsor yang ditemukan, tujuh orang dinyatakan meninggal dunia dan enam lainnya selamat,” ujar Desiana di TPST Bantargebang pada Selasa (10/3/2026).
Ia mengatakan bahwa selama proses evakuasi tim SAR mengerahkan alat berat untuk membantu pencarian korban. Selain itu, anjing pelacak K9 juga diterjunkan ke lokasi untuk membantu menemukan korban yang tertimbun.
“Pencarian juga dilakukan dengan menggunakan drone thermal. Hal ini kita lakukan untuk penyisiran melalui udara dengan mendeteksi panas tubuh,” katanya.
Menurut Desiana, tidak ada kendala berarti dalam proses pencarian para korban. Hanya saja, pihak SAR mesti berhati-hati mengingat lokasi pencarian berada di tumpukan sampah.
“Artinya, tidak boleh sembarang orang masuk karena harus pakai APD (alat pelindung diri). Kami menggunakan pakaian hazmat lengkap saat mengambil korban di lokasi tumpukan sampah,” ujarnya.
Desiana mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian korban longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang, yang antara lain Basarnas, Tim Kesehatan, Pemadam Kebakaran, BPBD, TNI, Polri, dan relawan dari Banser Tanggap Bencana (Bagana) Gerakan Pemuda Ansor.
“Kami tutup operasi SAR disertai ucapan terima kasih kepada para kru yang terlibat,” ucapnya.
Ia juga mengucapkan duka cita sedalam-dalamnya atas peristiwa tersebut dan berharap kejadian serupa tidak lagi terulang.
“Kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kejadian ini, dan mudah-mudahan tidak terulang di masa depan,” tutur Desiana.
Dalam pantauan NU Online, sejak Selasa (10/3/2026) pukul 08.00 WIB, beberapa tim gabungan masih berada di lokasi hingga jalan yang terkena longsoran sampah kembali bisa dilalui. Tanggap darurat dari peristiwa tersebut tetap berjalan sampai Sabtu (14/3/2026).
Terpopuler
1
Orang Wajib Zakat Fitrah Tapi Juga Boleh Menerima?
2
Makna Keterpilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
3
Perang Iran dan Israel-AS Berdampak Global, Ketua Umum PBNU Desak Perdamaian
4
Kultum Ramadhan: Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
5
Cendekiawan Malaysia Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun
6
Standar Ganda Sekutu dalam Perang Israel-AS vs Iran
Terkini
Lihat Semua