Nasional

Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Terdeteksi di 4 Bandara, Menhub: Pesawat Tetap Jalani Pemeriksaan

NU Online  ·  Selasa, 8 September 2026 | 12:00 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Terdeteksi di 4 Bandara, Menhub: Pesawat Tetap Jalani Pemeriksaan

Menhub Dudy Purwagandhi tinjau kesiapan pengoperasian pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026) malam. (Kemenhub)

Jakarta, NU Online
Hasil paper test di empat bandara memang menunjukkan negatif abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK). Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan, hasil pengamatan paper test di empat bandara menunjukkan tidak adanya debu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terpantau. Keempat bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Budiarto Curug.

 

“Ada empat bandara yang posisi dari pengamatan paper tes itu telah menunjukkan negative. Untuk Soekarno Atta empat kali berturut-turut paper tesnya setelah menunjukkan hasil negatif. Artinya tidak ada debu vulkanik gunung anak Krakatau yang terpantau dari paper tes ini,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Senin (7/9/2026).

 

Meski demikian, keselamatan penerbangan tidak cukup hanya ditentukan oleh hasil pemantauan abu vulkanik. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta pada Selasa (8/9/2026) pukul 04.30 WIB, beberapa jam setelah layanan operasional penerbangan kembali dibuka pada Senin (7/9/2026) pukul 23.59 WIB.

 

“Malam hari pukul 23.59 WIB, kami mengakhiri penutupan sementara Bandara Soekarno Hatta dan beberapa bandara lain yang terdampak yaitu Bandara Halim Perdanakusuma, kemudian juga Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Pondok Cabe, dan Bandara Budiarto,” ujarnya di Bandara Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten pada Selasa (8/9/2026).

 

“Sebelumnya kami sudah membuka bandara yang berada di Pagar Alam. Pembukaan kelima bandara tersebut, kami berdasarkan informasi dan data yang diperolah dari BMKG dan juga dari Volcanic Ash Advisory Center yang berada di Darwin,” lanjutnya.

 

Dudy menyampaikan bahwa penerbangan mulai dibuka secara bertahap. Pesawat yang berangkat pertama merupakan pesawat kargo, disusul pesawat Garuda menuju Sorong dan Jayapura serta Batik Air menuju Ambon.

 

Ia mengatakan bahwa terdapat sekitar 178 pesawat di Bandara Soekarno-Hatta yang akan diterbangkan. Sebelum itu, pemerintah memastikan kelayakan setiap pesawat.

 

“Saat ini ada sekitar 178 pesawat yang ada di Bandara Sokarno Hatta bahwa kita akan menerbangkan pesawat-pesawat tersebut, namun sebelum menerbangkan kami ingin bahwa memastikan kelayakan dari pesawat-pesawat tersebut,” jelasnya.

 

Dudy mengugkapkan bahwa pemeriksaan tersebut membutuhkan waktu tambahan. Ia meminta penumpang bersabar hingga seluruh pesawat dinyatakan layak diterbangkan.

 

“Jadi mungkin akan membutuhkan sedikit waktu tambahan dari pesawat tersebut untuk dipersiapkan. Jadi kami mohon sedikit kesabaran dari para penumpang dan masyarakat bahwa kita akan melakukan pemerikasaan untuk memastikan bahwa pesawat tersebut layak untuk diterbangkan,” pungkasnya.