Addin Jauharudin Sebut BUMA Ansor Jadi Jalan Kemandirian Ekonomi Kader
NU Online · Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:45 WIB
Jombang, NU Online
Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) terus mendorong kemandirian ekonomi kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor melalui pengembangan berbagai unit usaha di sejumlah daerah.
Hingga hari ini, BUMA telah mengembangkan sekitar 40 warung yang bekerja sama dengan salah satu minimarket waralaba terbesar di Indonesia. Jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah dengan rencana pendirian 50 warung BUMA baru dalam waktu dekat.
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin mengatakan, pengembangan BUMA menjadi bukti bahwa kader Ansor memiliki potensi untuk membangun kemandirian ekonomi. Bahkan, dengan modal sekitar Rp10 juta, kader sudah dapat merintis usaha melalui warung BUMA.
“Ansor sebagai organisasi sosial keagamaan ternyata bisa mandiri. Ke depan, BUMA akan menjadi wadah dan payung kemanfaatan yang tidak hanya dirasakan oleh Ansor, tetapi juga seluruh badan otonom (banom), bahkan warga Nahdliyin,” kata Addin saat ditemui NU Online di stan Bazar BUMA dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jumat (28/8/2026).
Menurut Addin, penguatan ekonomi menjadi salah satu agenda penting yang perlu mendapat perhatian dalam Muktamar ke-35 NU. Ia menilai, sektor pangan perlu kembali diperkuat karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat hingga tingkat akar rumput.
“Pada Muktamar ini NU harus kembali ke pangan. Kenapa? Karena warga kita di daerah itu menyangkut pangan dan kemandirian. Siapa yang menguasai gudang beras, tambak, dan sektor pangan lainnya, dia yang akan memiliki kekuatan ekonomi,” ujarnya.
Berangkat dari gagasan tersebut, BUMA yang diinisiasi GP Ansor mengembangkan kekuatan usaha melalui sejumlah lini bisnis. Salah satunya Patriot Pangan yang menjadi pijakan awal dalam penguatan ekonomi berbasis kader.
Seiring perkembangan usaha, BUMA kini memperluas bisnisnya melalui beberapa sektor. Di antaranya BUMA Food yang bergerak di bidang produk makanan, BUMA Energy yang mengembangkan sektor energi termasuk panel surya, BUMA Logistic yang menghadirkan kendaraan roda tiga listrik untuk kebutuhan logistik, serta BUMA Agriculture yang menyasar sektor pertanian.
Addin berharap pengembangan berbagai lini tersebut dapat membangun ekosistem usaha BUMA yang semakin kuat dan terhubung dengan kader di berbagai daerah. Menurutnya, keberadaan BUMA tidak boleh hanya terkonsentrasi di tingkat pusat, tetapi harus mampu tumbuh bersama kader di daerah.
“BUMA ini nantinya akan dirasakan oleh BUMA-BUMA di seluruh daerah. Kami berharap di daerah-daerah akan bertebaran koperasi usaha yang dimiliki oleh kader Ansor,” katanya.
Ia menegaskan, penguatan ekonomi berbasis kader merupakan bagian dari upaya mewujudkan kemandirian Nahdliyin. Dengan demikian, keberadaan Ansor tidak hanya memberikan manfaat dalam bidang sosial-keagamaan, tetapi juga mampu menghadirkan kekuatan ekonomi yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Kontributor: Nazlal Firdaus Kurniawan
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
3
Khutbah Jumat: Bulan Maulid, Kembali Membaca Sirah Nabawiyah untuk Diteladani
4
Dijual Setan Muktamar
5
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
6
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
Terkini
Lihat Semua