BGN Sebut MBG untuk Siswa Libur saat Lebaran, untuk Ibu Hamil dan Balita Tetap Berjalan
NU Online ยท Selasa, 10 Maret 2026 | 19:00 WIB
M Fathur Rohman
Kontributor
Jakarta, NU Online
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan bahwa distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa sekolah akan dihentikan sementara selama masa libur Lebaran 2026. Program tersebut akan kembali dilanjutkan setelah periode libur berakhir.
โPengiriman MBG terakhir 17 Maret dan dimulai lagi 31 Maret,โ ujar Dadan saat dihubungi NU Online, Selasa (10/3/2026).
Meski demikian, BGN memastikan program MBG tetap berjalan bagi kelompok penerima manfaat yang tergolong rentan, yaitu ibu hamil, balita, dan ibu menyusui. Program ini tetap dilaksanakan untuk memastikan pemenuhan gizi kelompok tersebut tidak terhenti selama masa libur sekolah.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sonny Sonjaya menjelaskan bahwa layanan MBG untuk kelompok 3B, ibu hamil, balita, dan ibu menyusui, tetap berlangsung seperti biasa meskipun aktivitas sekolah diliburkan.
โUntuk ibu hamil, balita, dan ibu menyusui tetap berjalan meskipun sekolah libur,โ kata Sonny dalam keterangan yang diterima NU Online.
Ia menjelaskan, penyaluran MBG kepada siswa sekolah memang tidak dilakukan pada 18-24 Maret 2026 karena mengikuti jadwal libur pendidikan. Setelah masa libur Lebaran berakhir, distribusi program tersebut akan kembali berjalan normal.
โPenyaluran kepada siswa kembali normal setelah Lebaran,โ ujarnya.
Di sisi lain, BGN juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan terkait pelaksanaan program MBG di lapangan. Masyarakat dipersilakan menyampaikan kritik atau keluhan secara langsung kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah masing-masing.
Sebagai bagian dari upaya transparansi, BGN juga menginstruksikan seluruh mitra SPPG untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dengan masyarakat. Melalui platform tersebut, pengelola diminta mempublikasikan informasi terkait menu makanan yang disediakan dalam program MBG.
โBGN telah memerintahkan seluruh SPPG membuat media sosial sebagai sarana komunikasi antara SPPG dan masyarakat, serta wajib mengunggah menu makanan, kadar gizi, dan harga,โ kata Sonny.
Ia menambahkan, informasi yang dipublikasikan tidak hanya mencakup daftar menu, tetapi juga kandungan gizi serta biaya penyediaannya. Langkah ini dimaksudkan agar masyarakat dapat memantau secara terbuka kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat program.
Menurut Sonny, masyarakat juga dipersilakan menyampaikan kritik apabila menemukan hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan program tersebut.
โKalau tujuannya untuk memperbaiki, silakan datangi SPPG-nya dan minta dilakukan perbaikan. Tapi kalau tujuannya memviralkan, itu bergantung pada niat masing-masing. Kami tidak bisa melarang,โ katanya.
Terpopuler
1
2.500 Alumni Ikuti Silatnas Iktasa di Istiqlal Jakarta, Teguhkan 3 Fungsi Utama Pesantren
2
Akademisi Soroti Gejala Pembusukan Demokrasi yang Kian Sistematis Sejak Era Jokowi ke Prabowo
3
Savic Ali Kritik Arah Kebijakan Pemerintah yang Sentralistik, Jauh dari Kepentingan Rakyat Kecil
4
Bahaya Tidur Berlebihan: 8 Dampak Buruk bagi Kesehatan Menurut Imam Munawi
5
Perundingan AS-Iran Gagal, Ketum PBNU dan Paus Leo XIV Ajak Seluruh Umat Wujudkan Perdamaian
6
YLBHI: HAM Diabaikan, Warga yang Kritik Pemerintah Tak terlindungi
Terkini
Lihat Semua