Tasikmalaya, NU Online
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk meninjau implementasi pembelajaran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di lingkungan pesantren sebagai bagian dari percepatan transformasi digital pendidikan.
Dalam kegiatan bertajuk Pembelajaran AI untuk Akselerasi Kompetensi Digital Santri, Wapres Gibran menyaksikan langsung pemanfaatan teknologi AI sebagai media pembelajaran. Para santri mendemonstrasikan penggunaan Microsoft Copilot dan Learning Accelerators untuk mendukung proses belajar, khususnya dalam peningkatan kemampuan literasi dan komunikasi.
Melalui fitur reading progress dan speaking progress, teknologi AI dimanfaatkan untuk membantu santri meningkatkan keterampilan membaca dan berbicara secara terukur dan personal.
Wapres Gibran menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara moral dan spiritual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Pesantren harus menjadi bagian dari ekosistem transformasi digital agar santri mampu bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem pembelajaran digital di pesantren agar teknologi dapat dimanfaatkan secara produktif, inklusif, dan beretika.
Implementasi pembelajaran AI di Pesantren Cipasung mendapat dukungan dari Program AI Teaching Power, sebuah inisiatif Microsoft Elevate yang bertujuan membekali pendidik dan satuan pendidikan dengan keterampilan AI praktis serta pemahaman etika penggunaannya di dunia pendidikan.
Project Officer Program AI Teaching Power, Nailul, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai tahap awal pengenalan AI yang aplikatif dan kontekstual bagi pendidik maupun peserta didik.
“AI Teaching Power hadir untuk membantu pendidik memahami bagaimana AI, khususnya melalui Microsoft Copilot dan Learning Accelerators, dapat digunakan secara bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujar Nailul.
Ia menambahkan bahwa pesantren menjadi mitra strategis karena memiliki peran besar dalam mencetak generasi yang berkarakter sekaligus siap menghadapi tantangan digital.
Melalui program ini, pendidik didorong memanfaatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran guru. Teknologi digunakan untuk mendukung perencanaan pembelajaran, evaluasi, serta personalisasi proses belajar agar lebih efektif dan sesuai kebutuhan santri.
Kunjungan Wapres Gibran juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan pesantren, dan mitra teknologi global dalam memperluas akses pembelajaran AI yang inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, integrasi AI dalam kurikulum pesantren diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas sejalan dengan agenda nasional penguatan kualitas sumber daya manusia.
Menutup rangkaian kegiatan, Wapres Gibran menegaskan bahwa penguasaan AI merupakan kebutuhan bagi generasi muda Indonesia, termasuk santri, agar mampu beradaptasi dan berinovasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
