Dokter RS Pelabuhan Cirebon Beberkan Fakta Mudik Lebaran 2026: IGD Dipenuhi Korban Kecelakaan
NU Online · Jumat, 20 Maret 2026 | 17:45 WIB
Ilustrasi: warga Pantura Cirebon sedang menolong pemudik yang mengalami kecelakaan pada Rabu (18/3/2026). (Foto: dok warga)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Arus mudik Lebaran 2026 kembali menyisakan catatan kelam. Lonjakan kasus kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan pengendara sepeda motor, terjadi hampir tanpa jeda.
Dokter Umum Rumah Sakit (RS) Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Siti Aisyah mengungkapkan bahwa sejak dimulainya arus mudik, instalasi gawat darurat (IGD) di tempatnya bekerja terus dipadati korban kecelakaan.
“Sejak dimulainya mudik pada 12 Maret 2026, di rumah sakit kami berdatangan pasien karena kecelakaan. Shif yang dilakukan ada tiga shif dan setiap shifnya adalah delapan jam. Setiap shif pasti ada kecelakaan empat sampai lima orang,” ujarnya saat dihubungi NU Online, Jumat (20/3/2026).
Ia mengatakan bahwa mayoritas kecelakaan berasal dari pengendara sepeda motor dengan berbagai penyebab, mulai dari tabrakan hingga kelelahan saat berkendara.
“Kecelakaannya seringnya dari pengendara motor tabrakan, atau juga ada yang mengantuk. Dari mobil belum ada yang kecelakaan ke RS kami, tapi minggu lalu pas Sabtu, 13 Maret 2026 ada yang meninggal satu orang dari kecelakaan motor,” ucapnya.
Aisyah menyampaikan bahwa kondisi korban yang datang ke IGD pun beragam, dari luka ringan hingga cedera serius yang membutuhkan tindakan medis intensif.
“Pasien kecelakaan ini ada yang luka-luka ringan, ada yang berat juga lukanya banyak, ada yang harus dijahit di tangan atau di kaki. Ada juga yang tangan atau kakinya retak. Setiap shif pasti ada aja pasien kecelakaan,” ucapnya.
Ia mengatakan bahwa sebelum musim mudik, IGD sebelumnya relatif sepi dari kasus kecelakaan.
“IGD sebelum musim mudik sepi ya cuma satu atau dua orang saja, itu juga sakit yang sebelum Ramadhan, pas masuk mudik, IGD terus berdatangan pasien,” ungkapnya.
Aisyah mengingatkan menekankan pentingnya istirahat yang cukup, minimal enam jam sebelum berangkat, serta jeda istirahat setiap dua hingga tiga jam selama perjalanan.
Selain itu, pemudik diminta tidak membawa beban berlebihan yang dapat mengganggu keseimbangan kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan. Asupan cairan dan makanan juga perlu diperhatikan untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan.
“Cukupi asupan cairan dan makanan, selama perjalanan dalam Islam juga boleh untuk tidak puasa, jika merasa badan tidak kuat lebih baik tidak puasa agar tidak dehidrasi, lemas, hingga pusing,” tegas Aisyah.
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
Terkini
Lihat Semua