Jakarta, NU Online
Sakit menjadi bagian dari kehidupan yang ditemui setiap manusia. Hal tersebut harus diterima sebagian bagian dari ujian dari Allah swt. Selain ikhtiar untuk sembuh sesuai anjuran dokter, manusia juga perlu bertawakal kepada Allah swt dengan senantiasa mengingat-Nya, menyebut asma-Nya. Sebab, dengan kesembuhan itu, manusia dapat beribadah dan bekerja kembali secara maksimal.
"Secara lahir dia harus berobat ke dokter dan mentaati perintahnya. Dan secara batin dia harus mendekatkan diri kepada Allah swt diantaranya melalui dzikir. Karena Allah yang menurunkan dan menyembuhkan segala penyakit," tulis Ustadz Engkus Kusnandar dalam artikelnya berjudul Ini Dua Dzikir Andalan untuk Orang Sakit yang dikutip NU Online pada Selasa (7/4/2026).
Ia menyampaikan bahwa setidaknya ada dua dzikir yang bisa diamalkan orang sakit dalam rangka senantiasa mengingat dan menyebut asma Allah swt. Pertama, kalimat yang dibacakan Nabi Yunus saat ditelan ikan. Hal demikian sebagaimana dijelaskan Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin Al-Malibari dalam kitabnya Irsyadul Ibad mengutip hadits Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan Al-Hakim.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minazzhalimin.
Artinya, “Tiada Tuhan selain Engkau, Allah. Mahasuci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Berdasarkan hadits yang dimaksud, umat Islam saat sakit dianjurkan untuk berdoa atau munajat kepada Allah swt selalu membaca kalimat yadi atas sebanyak 40 kali.
"Jika orang yang sakit itu meninggal, maka ia akan dapat ganjaran mati sahid. Namun, jika ia sehat maka ia akan mendapatkan ganjaran berupa ampunan atas segala dosa-dosanya," tulis Ustadz Engkus berdasarkan hadits tersebut.
Selain kalimat dzikir di atas, dalam kitab yang sama, Syekh Zainuddin Al-Malibari menyebut dzikir lain yang dapat diamalkan orang sakit, yaitu membaca surat Al-Ikhlas 100 kali. Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan At-Thabrani.
“Barangsiapa membaca surat “Qul huwallaahu Ahad” pada sakit yang membawa kepada kematiannya, niscaya dia tidak akan menghadapi fitnah dalam kuburnya, aman dari himpitan siksa kubur dan pada hari kiamat para Malaikat akan membawanya dengan sayap-sayapnya melalui titian shiratal mustaqim sampai ke dalam surga,” tulisnya menerjemahkan hadits tersebut.
Berdasarkan hadits di atas, ada tiga keutamaan jika seorang muslim saat terbaring sakit membaca surat al-Ikhlas 100 kali lalu meninggal, yakni sebagai berikut.
- Tidak akan menghadapi fitnah dalam kuburnya. Maksudnya, ia akan mendapatkan nikmat kubur dan dijauhkan dari siksa kubur;
- Aman dari himpitan siksa kubur, yakni diluaskan dan diterangi alam kuburnya; dan
- Di hari Kiamat malaikat akan membawanya meniti shirath untuk masuk ke dalam surga. Shirath adalah jembatan yang terbentang di atas Jahanam, lebih tajam daripada pedang dan lebih tipis daripada rambut. Orang sakit yang senantiasa membaca surat Al-Ikhlas akan dimudahkan meniti shirath.
Itulah dua dzikir andalan untuk orang sakit. Daripada mengeluh atau melamun yang tidak ada manfaatnya, lebih baik segera ambil tasbih atau gerakan jari-jemarinya membaca kalimat “Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minazzhalimin” 40 kali dan surat Al-Ikhlas 100 kali," pungkasnya.
Terpopuler
1
Tolak MBG, Siswa SMK NU di Kudus Surati Presiden Prabowo Minta Anggaran Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru
2
Korban Meninggal di Lebanon Akibat Serangan Israel Tembus 1.368 Orang
3
Muktamar NU 2026: Antara Idealisme dan Pragmatisme Politik
4
Iran Izinkan 15 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana dengan Kapal Pertamina?
5
Pleno PP Fatayat NU Tetapkan Dewi Winarti sebagai Plt Ketua Umum
6
WFH Beda dengan WFA, ASN Diminta Tetap Siaga Setiap Jumat
Terkini
Lihat Semua