Nasional

Dua Jamaah Haji Indonesia 2026 Masih Dirawat di Saudi, Kemenhaj Perkuat Istithaah Haji 2027

NU Online  ยท  Rabu, 23 September 2026 | 15:30 WIB

Dua Jamaah Haji Indonesia 2026 Masih Dirawat di Saudi, Kemenhaj Perkuat Istithaah Haji 2027

Jamaah haji 2026 yang masih dirawat di RS Arab Saudi hingga saat ini. (Foto: Kemenhaj)

Jeddah, NU Online

Pelaksanaan ibadah haji 2026 telah usai. Namun, perhatian Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terhadap jamaah Indonesia belum berhenti. Hingga kini, dua jemaah haji Indonesia masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji dan Umrah Kemenhaj, Dani Pramudya, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi kedua jamaah tersebut. Keduanya masih mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gangguan kesehatan selama berada di Arab Saudi.


โ€œSaat ini masih ada dua jemaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi. Satu dirawat di RS Khaybar General Hospital, Madinah dan satu jamaah lagi dirawat di Rumah Sakit dr Samir Abbas Jeddah,โ€ ujar Dani memberikan keterangan dari Arab Saudi dilansir laman resmi Kemenhaj.


Dani mengatakan kedua jemaah tersebut masing-masing berasal dari Lamongan dan Tangerang.


Jumlah jamaah yang masih menjalani perawatan medis tersebut telah menurun signifikan. Pada masa awal setelah rangkaian ibadah haji selesai, sekitar 60 jemaah haji Indonesia masih menjalani perawatan di Arab Saudi. Kini, jumlah tersebut menyusut menjadi dua orang.


โ€œSemoga dua jemaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi segera kembali sehat dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga di Tanah Air,โ€ kata Dani.


Dari Serangan Jantung hingga Infeksi Paru

Dani menjelaskan, sejumlah jemaah haji Indonesia yang membutuhkan perawatan medis di Arab Saudi mengalami berbagai gangguan kesehatan serius.


Di antaranya serangan jantung, stroke berat, hipertensi, diabetes atau kencing manis, serta infeksi paru.


Menurut Dani, kondisi tersebut menjadi perhatian penting dalam penyelenggaraan haji karena jamaah harus menghadapi aktivitas fisik yang cukup berat serta kondisi lingkungan Arab Saudi yang berbeda dengan Indonesia.


Karena itu, aspek kesehatan akan menjadi salah satu perhatian dalam persiapan penyelenggaraan haji 2027.


Istithaah Kesehatan Jadi Perhatian Haji 2027

Dani mengatakan Kemenhaj akan memperkuat perhatian terhadap aspek istithaah kesehatan dalam penyelenggaraan haji 2027.


Menurut dia, kemampuan kesehatan jamaah menjadi faktor penting agar mereka mampu menjalankan rangkaian ibadah haji dengan aman dan optimal.


โ€œKami berharap kepada jamaah haji tahun 2027 agar benar-benar menjaga kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani,โ€ ujarnya.


Ia mengingatkan bahwa kondisi alam di Arab Saudi memiliki karakter yang berbeda dengan Indonesia. Perbedaan suhu, cuaca, aktivitas fisik, serta kepadatan jamaah dapat menjadi tantangan tersendiri bagi kondisi tubuh.


โ€œMenjaga kesehatan itu penting, karena kondisi alam antara di Indonesia dan di Arab Saudi itu berbeda,โ€ katanya.


Menurut Dani, persiapan kesehatan perlu dilakukan jauh sebelum keberangkatan. Jemaah diharapkan menjaga kondisi tubuh dan mengikuti pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) secara serius.


Dengan kondisi kesehatan yang baik sejak di Tanah Air, jamaah diharapkan dapat memenuhi persyaratan istithaah kesehatan dan lebih siap menghadapi rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.


โ€œDengan menjaga kesehatan, jamaah ketika melakukan MCU dapat memiliki hasil yang bagus, sehingga istithaah kesehatan terpenuhi,โ€ pungkas Dani.