Ikuti Visiting Research di Uzbekistan, Dosen Unusia Teliti Ekologi dalam Sahih Bukhari
NU Online · Selasa, 15 September 2026 | 20:00 WIB
Jakarta, NU Online
Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Mohammad Hasan Basri terpilih sebagai salah satu peserta program Visiting Research yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) di Uzbekistan.
Hasan Basri menjadi satu dari empat peserta yang terpilih melalui proses seleksi yang diikuti sekitar 65 peserta dari perguruan tinggi yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).
Hasan Basri bersama peserta lainnya mulai menjalankan aktivitas penelitian di Imam Maturidi Scientific Research Center pada Selasa (15/9/2026). Pusat penelitian tersebut menjadi salah satu tempat berlangsungnya kegiatan akademik selama program Visiting Research.
Bagi Hasan Basri, keterlibatan dalam program ini juga menjadi kesempatan untuk membangun hubungan akademik dengan para peneliti dan lembaga terkait di Uzbekistan.
“Sebagai delegasi dari Unusia, saya akan memanfaatkan program ini sebaik-baiknya sebagai pintu awal membangun kerja sama dengan para peneliti dan lembaga-lembaga terkait demi peningkatan kapasitas penelitian dan publikasi antar lembaga, baik di Indonesia maupun di Uzbekistan,” ujar Sekretaris Program Studi Doktoral Sejarah Peradaban Islam Unusia itu pada Selasa (15/9/2026).
Keikutsertaan Hasan Basri dalam program Visiting Research ini diharapkan menjadi pintu awal bagi Unusia untuk membangun jejaring dan kerja sama akademik dengan peneliti maupun lembaga terkait di Uzbekistan.
Melalui pengalaman penelitian dan kolaborasi selama program berlangsung, hubungan akademik tersebut dapat diarahkan pada penguatan penelitian dan publikasi antara lembaga di Indonesia dan Uzbekistan.
Keempat peserta tersebut telah tiba di Tashkent pada 9 September 2026 dan akan tinggal di Uzbekistan selama satu bulan. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Imam Maturidi Scientific Research Center dan Imam Bukhari Scientific Research Center. Selama berada di Uzbekistan, para peserta akan menulis paper melalui kerja sama dengan para peneliti dari kedua pusat studi tersebut.
Dalam program tersebut, Hasan Basri membawa riset berjudul “Reading Sahih al Bukhari Ecologically: Constructing the Concept of Eco-Sunnah”. Riset tersebut menjadi bagian dari agenda penelitian yang akan dikembangkan selama mengikuti program Visiting Research di Uzbekistan.
Selain menjalankan penelitian, peserta juga akan mengisi seminar dan visiting lecture di sejumlah lembaga. Program ini sekaligus menjadi ruang untuk menjaring kerja sama akademik dan riset dengan sejumlah institusi di Uzbekistan, di antaranya International Islamic Academy of Uzbekistan di Tashkent dan Silk Road International University of Tourism and Cultural Heritage di Samarkand.
Terpopuler
1
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
2
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
3
137 Mahasantri Ma'had Aly Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU
4
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
5
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
6
BGN Sebut 240 Ribu Satuan Pendidikan Belum Terima MBG
Terkini
Lihat Semua