Nasional

Inovasi RSI NU Demak Tekan Hiperpolifarmasi Pasien Rawat Inap Raih Juara 1 Nasional IAMARSI 2026

NU Online  ยท  Rabu, 7 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Inovasi RSI NU Demak Tekan Hiperpolifarmasi Pasien Rawat Inap Raih Juara 1 Nasional IAMARSI 2026

Penyerahan piagam penghargaan untuk RSI NU Demak dalam Pekan Ilmiah Tahunan IV IAMARSI 2026 (RSI NU Demak)

Demak, NU Online

Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Demak meraih Juara 1 Nasional dalam Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) IV Ikatan Ahli Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (IAMARSI) 2026. Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi farmasi klinis untuk menekan penggunaan obat berlebihan pada pasien rawat inap.

 

PIT IV IAMARSI 2026 berlangsung pada 25โ€“27 September 2026 di Harris Hotel & Convention Solo, Jawa Tengah, dengan tema Hospital Financial and Legal Update 2026: Mewujudkan Rumah Sakit yang Kuat dan Berkelanjutan.

 

Tim RSI NU Demak membawakan karya ilmiah berjudul Penguatan Peran Farmasi Klinis melalui Medication Review untuk Menurunkan Hiperpolifarmasi dan Polifarmasi di Ruang Rawat Inap: Quality Improvement Project Berbasis PDSA di RSI NU Demak.

 

Program tersebut berangkat dari persoalan penggunaan banyak jenis obat secara bersamaan pada pasien rawat inap. Kondisi itu disebut polifarmasi dan pada tingkat yang lebih tinggi disebut hiperpolifarmasi. Penggunaan banyak obat dapat meningkatkan risiko interaksi obat dan efek samping.

 

RSI NU Demak kemudian memperkuat peran apoteker klinis melalui medication review atau telaah menyeluruh terhadap obat yang diterima pasien. Program tersebut dijalankan dengan pendekatan perbaikan mutu PDSA (Plan-Do-Study-Act) dalam dua siklus.

 

Sejumlah langkah dilakukan, antara lain edukasi kepada dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), pemantauan obat berisiko tinggi, penerapan automatic stop order, dan rekonsiliasi obat. Apoteker klinis juga memberikan rekomendasi deprescribing atau penghentian obat yang tidak lagi diperlukan pasien.

 

RSI NU Demak turut mengembangkan Clinical Decision Support System (CDSS) untuk membantu tenaga kesehatan dalam mengambil keputusan klinis.

 

Hasilnya, angka hiperpolifarmasi turun dari 43 persen menjadi 18 persen. Sementara itu, penggunaan obat secara rasional meningkat dari 12 persen menjadi 22 persen.

 

Direktur RSI NU Demak Abdul Aziz mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh tim dalam membangun budaya mutu dan keselamatan pasien berbasis data.

 

โ€œPrestasi ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi bagaimana inovasi yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata terhadap mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan penggunaan obat yang rasional,โ€ kata Abdul Azizย dikonfirmasiย Rabuย (7/10/2026).

 

Ia mengatakan RSI NU Demak akan terus memperkuat peran farmasi klinis agar pelayanan kesehatan berorientasi pada keselamatan pasien.

 

Ketua Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) Zulfikar As'ad mengapresiasi capaian RSI NU Demak. Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan kemampuan rumah sakit NU dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

 

โ€œKami mengapresiasi dan bangga atas prestasi RSI NU Demak. Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa rumah sakit NU mampu menghadirkan pelayanan yang bermutu dan mengutamakan keselamatan pasien. Semoga menjadi inspirasi dan dapat ditularkan ke rumah sakit NU lainnya,โ€ ujarnya.

 

Ia berharap praktik tersebut dapat diterapkan di rumah sakit NU lainnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan berbasis data dan kebutuhan pasien.