Karhutla Lahap 673 Hektare Taman Nasional Way Kambas Lampung
NU Online ยท Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Petugas gabungan berupaya padamkan karhutla di Taman Nasional Way Kambas, Kelurahan Kuala Penet, Kecamatan Resort Kuala Penet,Lampung Timur,.(Dok BPBD Kabupaten Lampung Timur)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam kawasan konservasi. Sebanyak 673,4 hektare area Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, terdampak kebakaran pada Jumat (21/8/2026).
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa karhutla tersebut terjadi pada Jumat (21/8/2026) pukul 14.00 WIB di Kelurahan Kuala Penet, wilayah Resort Kuala Penet.
โKebakaran berdampak pada area seluas 673,4 hektare. BPBD Kabupaten Lampung Timur segera melakukan koordinasi lintas instansi dan pemadaman bersama untuk mencegah api meluas,โ kata Berton di Jakarta pada Ahad (23/8/2026).
Ia menyampaikan bahwa upaya pemadaman api berlangsung hingga Sabtu (22/8/2026). Pada pukul 19.12 WIB, seluruh titik api berhasil dipadamkan. โSeluruh titik api berhasil dipadamkan dan tidak ditemukan lagi titik panas (hotspot) di lokasi kejadian,โ katanya.
Selain Lampung Timur, karhutla terjadi di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Kebakaran pada Sabtu (22/8/2026) pukul 20.05 WIT menghanguskan lahan seluas 2,5 hektare di Desa Batu Raja, Kecamatan Wasile. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
โBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Timur bersama personel gabungan melakukan pemadaman di lokasi kejadian,โ ujar Berton.
โPada hari yang sama, api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,โ lanjutnya.
Berton menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor untuk mengantisipasi potensi meluasnya karhutla.
โBNPB bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan titik panas, memetakan wilayah rawan, serta melakukan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan sesuai dengan kondisi di lapangan,โ katanya.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla.
โPemerintah daerah diharapkan memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman,โ ucapnya.
Berton juga menghimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah rawan terbakar.
โApabila mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pemerintah daerah atau petugas terkait, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,โ pungkasnya.
Terpopuler
1
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
2
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
3
Karhutla Ancam Kalimantan, Pantauan Satelit BNPB Temukan 1.487 Titik Panas
4
Khidmah NU di Akar Rumput: Ketangguhan Keluarga menuju Indonesia Emas
5
PBNU Perluas Kolaborasi untuk Transformasi Pesantren
6
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
Terkini
Lihat Semua