Kemendikdasmen Perkuat Sekolah 3T di Nias, dari Revitalisasi hingga Hadirkan Listrik dan Akses Internet
NU Online ยท Senin, 6 Juli 2026 | 09:45 WIB
Tim Media Partner
Penulis
Jakarta, NU Online
Ketersediaan infrastruktur dasar berupa listrik dan konektivitas internet menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hal ini yang diupayakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan menghadirkan Starlink bagi satuan pendidikan di Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatra Utara.
Penyediaan infrastruktur tersebut direalisasikan melalui sejumlah skema bantuan. Untuk akses internet, Kemendikdasmen menyalurkan perangkat Starlink bagi 4 SD dan 7 SMP di Kabupaten Nias Utara yang sebelumnya belum memiliki jaringan internet. Sementara dukungan peningkatan mutu pendidikan diwujudkan dengan bantuan masing-masing sebesar Rp25 juta untuk instalasi listrik dan internet, yang dialokasikan untuk 6 SD dan 1 SMP.
"Alhamdulillah, semua sudah ditunaikan oleh tim dari Kemendikdasmen, sudah hadir di sini sebelum saya tiba di Kabupaten Nias Utara ini,โ ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muโti di SDN 077279 Siofabanua, Kabupaten Nias Utara pada Jumat (19/6/2026).
Di samping itu, dihadirkan juga program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dipadukan dengan program makan bergizi gratis (MBG) dan Digitalisasi Pembelajaran. Hal ini dijalankan sebagai langkah peningkatan kualitas layanan pendidikan yang diterima peserta didik.
โTadi kami melihat langsung bagaimana MBG sudah diterima oleh anak-anak. Mereka tampak lebih berenergi mengikuti pembelajaran di sekolah,โ ujarnya.
Di SMP Negeri 1 Sitolu Ori yang memiliki 154 murid, pemerintah menghadirkan akses internet berbasis satelit Starlink, papan interaktif digital, serta dukungan pasokan listrik. Sekolah ini juga memperoleh bantuan revitalisasi berupa pembangunan laboratorium, rehabilitasi ruang administrasi, dan perbaikan tiga ruang kelas. Kehadiran fasilitas tersebut membuka peluang pembelajaran yang lebih modern sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.
Sementara itu, SMP Negeri 3 Sitolu Ori yang memiliki 176 murid menjadi lokasi groundbreaking revitalisasi tahun anggaran 2026. Melalui program tersebut, sekolah akan mendapatkan pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang belajar, serta penataan lingkungan sekolah yang lebih representatif.
Perubahan ini turut dirasakan para guru. Miteria Gea, guru SMP Negeri 1 Sitolu Ori, menilai Program Makan Bergizi Gratis memberikan dampak positif terhadap kondisi dan semangat belajar peserta didik.
โAnak-anak sangat senang dengan adanya MBG. Setiap datang ke sekolah mereka antusias. Yang kami lihat juga, anak-anak jadi lebih jarang sakit dan lebih semangat belajar,โ ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Intan Marshaulena, guru IPS SMP Negeri 3 Sitolu Ori. Menurutnya, manfaat MBG sangat terasa bagi sekolah di wilayah 3T karena membantu mendukung kesehatan dan kesiapan belajar peserta didik
Bagi para murid, revitalisasi sekolah menghadirkan harapan baru. Jenny Anjelina Ziliwu, siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Sitolu Ori, mengaku kondisi bangunan sekolah sebelumnya menjadi tantangan dalam proses belajar. Ia berharap perbaikan yang dilakukan dapat memberikan kenyamanan bagi generasi berikutnya.
Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen bersama Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu dan Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga meresmikan dan mencanangkan program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Nias Utara. Sebanyak 33 satuan pendidikan telah direvitalisasi pada 2025, sementara 21 satuan pendidikan lainnya ditetapkan sebagai penerima bantuan revitalisasi melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) tahun 2026.
Gunungsitoliย
Sementara itu, bagi murid dan guru di Kota Gunungsitoli, revitalisasi sekolah menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan belajar sehari-hari, mulai dari ruang kelas yang lebih nyaman, fasilitas sanitasi yang lebih layak, hingga lingkungan sekolah yang mendukung tumbuh kembang murid. Hal ini menumbuhkan harapan baru bagi generasi muda di Kepulauan Nias.
Sebanyak 18 satuan pendidikan menerima bantuan revitalisasi Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran Rp14,23 miliar. Bantuan tersebut mencakup 1 satuan PAUD, 7 SD, 4 SMP, 4 SMA, 1 SMK, serta 1 Sanggar Kegiatan Belajar/Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (SKB/PKBM).
Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen juga menyerahkan bantuan Starlink untuk mendukung konektivitas internet dan pembelajaran digital. Di balik angka-angka tersebut, terdapat perubahan yang dirasakan langsung oleh sekolah penerima bantuan.
Kepala SD Negeri 076698 Hilizarito, Ogamuli Geyam, menceritakan bagaimana kondisi sekolahnya sebelum revitalisasi. Saat itu sekolah belum memiliki Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan fasilitas sanitasi yang memadai bagi guru maupun murid.
"Keadaan sekolah kami sebelumnya tidak memiliki UKS. Sekarang kami sudah memilikinya lengkap dengan mebelairnya. Toilet yang sebelumnya hanya dua bilik kini menjadi enam bilik," ungkap Ogamuli.
Menurutnya, fasilitas yang lebih baik membuat lingkungan sekolah menjadi lebih sehat dan mendukung proses belajar mengajar. Perubahan serupa dirasakan di SMA Swasta Pembda 1 Gunungsitoli. Guru sekolah tersebut, Ester Zunia, mengatakan revitalisasi telah meningkatkan kenyamanan belajar para murid.ย
"Setelah revitalisasi kondisi belajar anak-anak semakin semangat. Dulu anak-anak kepanasan dan saat hujan air masuk ke kelas. Dengan revitalisasi ini anak-anak bisa lebih tenang meskipun hujan deras," ujarnya.
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua